OJK Catat Tabungan Pelajar Tembus Rp 29,13 Triliun

OJK optimistis tren tabungan pelajar terus meningkat pada 2026 seiring penguatan literasi keuangan dan Program Kejar.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 24 Mei 2026, 20:00 WIB
Murid kelas III menandatangani buku tabungan saat pembagian Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) di SDN Pondok Labu 07, Jakarta, Kamis (10/3/2022). Pembagian tabungan dalam rangka mendukung program OJK untuk kepemilikan rekening siswa One Student One Account. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai tabungan pelajar di Indonesia mencapai Rp 29,13 triliun pada kuartal I 2026. Di saat yang sama, jumlah rekening pelajar juga telah menembus 59,03 juta rekening, menunjukkan tren peningkatan akses keuangan di kalangan siswa.

Pencapaian tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi penguatan inklusi keuangan di Indonesia, terutama melalui pembiasaan menabung sejak usia dini. Kinerja itu juga sejalan dengan pelaksanaan Program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) yang telah mencapai realisasi 88,36 persen.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan jumlah rekening pelajar masih menunjukkan pertumbuhan yang konsisten.

"Secara tren, jumlah rekening pelajar juga terus menunjukkan peningkatan, yakni tumbuh sebesar 1,25 persen secara tahunan atau year on year (yoy)," kata Dicky dikutip dari Antara, Minggu (24/5/2026). 

Menurut dia, peningkatan jumlah rekening pelajar menunjukkan semakin luasnya partisipasi generasi muda dalam memanfaatkan layanan keuangan formal.

 

OJK Sebut Minat Menabung Pelajar Terus Meningkat

Seorang wanita menyampaikan penjelasan mengenai menabung sejak dini kepada murid kelas III saat pembagian Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) di SDN Pondok Labu 07, Jakarta, Kamis (10/3/2022). Pembagian tabungan untuk mendukung program OJK terkait One Student One Account. (merdeka.com/Arie Basuki)

Dicky menjelaskan, peningkatan jumlah tabungan pelajar tidak hanya menggambarkan bertambahnya rekening baru, tetapi juga memperlihatkan semakin terbukanya akses masyarakat terhadap sistem keuangan formal.

Menurut OJK, dari sisi nominal simpanan memang terjadi fluktuasi dalam jangka pendek. Meski demikian, kondisi tersebut dinilai masih sejalan dengan karakteristik tabungan pelajar yang cenderung dinamis.

Tanpa merinci besaran kontribusinya, OJK menyebut porsi simpanan pelajar terhadap total Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan memang masih relatif kecil.

Namun demikian, tabungan pelajar dinilai memiliki nilai strategis karena berpotensi memperluas basis nasabah perbankan di masa mendatang.

Selain itu, program tabungan pelajar juga dipandang penting untuk menanamkan budaya pengelolaan keuangan dan kebiasaan menabung sejak usia dini.

 

OJK Optimistis Tren Positif Berlanjut

Murid kelas III menerima Tabungan Simpanan Pelajar (Simpel) di SDN Pondok Labu 07, Jakarta, Kamis (10/3/2022). Tabungan Simpanan Pelajar dibagikan kepada 500 pelajar. (merdeka.com/Arie Basuki)

OJK optimistis tren pertumbuhan tabungan pelajar akan terus berlanjut hingga akhir 2026. Hal itu didukung penguatan Program Kejar, peningkatan literasi keuangan, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.

"OJK optimistis tren positif ini akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2026, didukung oleh penguatan Program Kejar, peningkatan literasi dan inklusi keuangan, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan," kata Dicky.

Ke depan, fokus pengembangan akan diarahkan pada perluasan akses rekening, peningkatan penggunaan rekening secara lebih aktif, hingga penguatan edukasi keuangan di kalangan pelajar.

Sebagai informasi, Program Kejar merupakan inisiatif OJK yang diluncurkan pada 2020 dalam rangka Hari Indonesia Menabung. Program ini bertujuan mendorong setiap pelajar di Indonesia memiliki rekening tabungan sekaligus belajar mengelola keuangan sejak dini.

Melalui program tersebut, OJK berharap budaya menabung semakin tertanam pada generasi muda Indonesia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya