OM-D E-M1, Kasta Tertinggi Kamera Mirrorless Olympus

Salah satu teknologi yang menonjol pada kamera mirrorless ini adalah pada sistem autofocus-nya, yang dilengkapi sistem Dual Fast AF.

oleh Liputan6 diperbarui 09 Okt 2013, 09:29 WIB

Olympus meluncurkan kamera terbarunya, OM-D E-M1 -- kamera mirrorless yang setara dengan kamera Digital Single-Lens Reflex (DSLR). Kamera ini digadang-gadang sebagai kasta tertinggi dari kamera mirrorless Olympus.

Kamera tersebut dirancang untuk menjembatani antara lini sistem Micro Four Thirds (kamera mirrorless) dan jajaran Four Thirds (kamera DSLR) milik Olympus. Melalui adaptor tambahan, E-M1 nantinya dapat dipasangkan dengan seluruh jajaran lensa Zuiko Digital dari sistem Four Thirds. Menurut Olympus, E-M1 adalah penerus dari E-5 -- kamera DSLR Olympus yang terakhir.

"Bisa kami katakan bahwa E-M1 adalah penerus dari kamera DSLR fenomenal Olympus yaitu E-5. Pasalnya di dalam tubuh E-M1 terdapat semua teknologi yang dimiliki E-5, bahkan lebih inovatif," ujar Marketing Manager Olympus Indonesia, Sandy Chandra, di sela peluncuran Olympus OM-D E-M1 di bilangan Menteng, Jakarta Pusat.

Lebih lanjut Sandy menjelaskan, salah satu teknologi yang menonjol adalah pada sistem autofocus-nya. EM-1 memiliki sistem Dual Fast AF, yang menggabungkan teknologi AF phase detection yang ada di kamera DSLR dengan teknologi AF contrast detection yang terdapat di kamera mirrorless.

Dengan Dual Fast AF tersebut, E-M1 mampu mengunci benda bergerak dengan cepat serta dapat memotret pada 6,5 frame per detik (fps) dalam mode Continuous Auto Focus (C-AF) hingga 50 pemotretan RAW dan 10 fps dalam mode Single Auto Focus (S-AF) hingga 41 pemotretan RAW.

Selain itu, masih menurut Sandy, E-M1 juga telah membenamkan fitur terbaru berupa Color Creator untuk mengedit warna hue-saturation untuk mengurangi penggunaan software photo-editing. Fitur itu memungkinkan fotografer mengedit komposisi warna sebelum membidik gambar, melalui tombol fungsi yang ada di dekat tombol rana. Preview-nya pun bisa dilihat langsung melalui electronic viewfinder (EVF).

Harga

Mengenai harga, kamera ini dipasarkan dengan harga yang terbilang masih sangat mahal karena harganya hampir melampaui kamera DSLR kelas pro.

E-M1 dibanderol dengan harga Rp 19,8 juta (body only) dan Rp 20,9 juta (body +lensa Zuiko 12-40mm f2.8 pro). Namun menurut Sandy, semua itu akan terbayar karena di dalam bodi mungil E-M1 tertanam teknologi canggih dan inovatif.

"Dunia fotografi sudah berubah, bukan dunianya kamera DSLR lagi karena teknologi DSLR sudah mentok dan tidak bisa dikembangkan lagi," tegas Sandy.

Fitur Utama

- 16.3 megapixel LiveMOS sensor dan image processor TruePic VII.
- Dual Fast AF: Contrast AF dan Phase Detection AF
- EVF terbaru dengan 2,36 juta titik
- 5-Axis Image Stabilization
- Bodi magnesium yang tahan debu, cipratan air, dan freeze proof hingga -10?

Fitur Tambahan

- 1/8000 sec high-speed shutter dan sequential shooting performance
- Built-in Wi-Fi
- Art Filter dan Photo Story
- HDR shooting dan Hand-Held Starlight
- Focus Peaking
- Interval shooting/Time Lapse Movie
- Live Bulb

(isk/dew)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya