Sukses

Ini 10 Penyakit yang Bisa Diatasi dengan Daun Kelor

Tumbuhan dengan nama latin Moringa oleifera L ini juga telah lama digunakan sebagai pengobatan alami karena khasiatnya, berikut ini sepuluh penyakit yang bisa sembuh dengan daun kelor.

Liputan6.com, Jakarta - Daun kelor telah lama dikenal sebagai sayuran dalam berbagai hidangan. Tidak hanya lezat dan kaya akan nutrisi, daun kelor memiliki banyak manfaat kesehatan yang luar biasa.

Tumbuhan dengan nama latin Moringa oleifera L ini juga telah lama digunakan sebagai pengobatan alami karena khasiatnya. Daun kelor memiliki banyak vitamin dan mineral penting di dalamnya, maka dari itu tumbuhan ini sering dijuluki sebagai "pohon ajaib".

Daun kelor mengandung kalium sebanyak pisang, dan jumlah vitamin C yang hampir sama dengan jeruk. Daun kelor juga mengandung vitamin A dan E, serta mineral seperti kalsium, kalium, protein, zat besi, asam amino, dan antioksidan.

Manfaat Daun Kelor

Pengobatan modern terus mengkonfirmasi banyak manfaat nutrisi dan kesehatan dari tumbuhan ini. Berikut ini adalah manfaat yang bisa didapat dari daun kelor:

  • Membantu tubuh menyembuhkan dan membangun otot.
  • Melindungi sel dari kerusakan dan dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
  • Melawan infeksi bakteri bawaan makanan
  • Melindungi sistem kardiovaskular
  • Meningkatkan kesehatan mata

Menurut laman Cancer Chemoprevention Research Center (CCRC) Fakultas Farmasi UGM, daun kelor mengandung kombinasi senyawa yang unik yaitu isotiosianat dan glukosinolat.

Isotiosianat (ITC) adalah zat yang ditemukan di banyak tanaman termasuk daun kelor. Isotiosianat adalah salah satu zat yang bisa mencegah kanker.

Selain mencegah kanker, daun kelor juga bermanfaat menjadi pengobatan alami untuk menyembuhkan sepuluh penyakit berikut ini, menurut Medical News Today yang dilansir pada Selasa, 21 Mei 2024.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 5 halaman

1. Mengobati Edema

Edema adalah ketika cairan menumpuk dalam jaringan tubuh, misalnya, karena peradangan. Edema telinga dapat menyebabkan pembengkakan jaringan di sekitar telinga, biasanya karena infeksi.

Sejauh ini, sebagian besar penelitian tentang daun kelor menggunakan hewan sebagai subjek uji coba. Dalam sebuah penelitian, mengoleskan minyak biji kelor bisa mengurangi peradangan kulit pada tikus yang mengalami edema telinga.

Hal ini menunjukkan bahwa sifat anti-inflamasi kelor dapat membantu mengobati edema telinga, meskipun penelitian lebih lanjut diperlukan.

2. Melindungi dari Penyakit Hati

Kelor dapat membantu melindungi hati dari penyakit hati berlemak nonalkohol.

Dalam sebuah penelitian, para peneliti memberi makan kelinci percobaan dengan makanan yang mengandung daun kelor. Mereka yang mengonsumsi konsentrasi kelor yang lebih tinggi memiliki kadar kolesterol dan trigliserida yang lebih rendah dan lebih sedikit peradangan di hati.

 

3 dari 5 halaman

3. Mengobati Sakit Perut

Ekstrak kelor dapat membantu mengobati beberapa gangguan perut, misalnya:

  • Membantu mencegah kanker usus besar.
  • Meringankan sembelit
  • Mengurangi keasaman lambung sekitar 85%.
  • Sifat antibiotik dan antibakteri kelor dapat membantu mencegah pertumbuhan patogen yang dapat menyebabkan infeksi.
  • Membantu mencegah kolitis ulserativa karena efek anti-inflamasi yang dimilikinya dapat melindungi sistem pencernaan dari kerusakan.

4. Mencegah Artritis Reumatoid

Ekstrak kelor memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat membantu mencegah artritis reumatoid, menurut penulis sebuah penelitian pada hewan pengerat.

5. Mengobati Gangguan Suasana Hati dan Sistem Saraf

Aktivitas antioksidan kelor dapat melindungi dari gangguan yang memengaruhi sistem saraf, seperti multiple sclerosis (MS), penyakit Alzheimer, nyeri neuropatik, dan depresi.

Para ilmuwan percaya bahwa kelor mungkin memiliki sifat pelindung saraf, tetapi mereka belum mengidentifikasi bagaimana cara kerjanya.

 

 

4 dari 5 halaman

6. Mengobati Diabetes

Ekstrak daun kelor dapat bermanfaat bagi penderita diabetes, seperti membantu mengelola kadar gula darah dan insulin serta melindungi dari kerusakan organ. Khasiatnya dapat membantu mencegah komplikasi dan memperlambat perkembangan penyakit.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi bagaimana kelor dapat membantu mengelola diabetes.

7. Mengobati Asma

Kelor mengandung molekul yang dapat membantu mengatasi atau mencegah asma, penyempitan bronkus, dan peradangan saluran napas. Satu studi menemukan bahwa fungsi paru-paru marmut meningkat setelah para peneliti memberikan ekstrak kelor kepada mereka.

8. Mencegah Batu Ginjal

Beberapa pengobatan tradisional merekomendasikan konsumsi kelor untuk mencegah batu ginjal. Tes laboratorium telah menemukan bukti bahwa ekstrak kelor dapat menghentikan mineral yang menumpuk dan menyebabkan batu di ginjal.

Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mendukung penggunaan ini.

 

5 dari 5 halaman

9. Mengurangi Tekanan Darah Tinggi

Kelor mengandung zat yang dapat membantu mengelola tekanan darah. Dalam sebuah penelitian, sekelompok partisipan yang sehat mengonsumsi 120 gram daun kelor yang dimasak selama seminggu, sementara kelompok lainnya tidak.

Dua jam setelah makan, mereka yang mengonsumsi daun kelor memiliki tekanan darah yang lebih rendah daripada mereka yang tidak.

10. Mengobati Anemia dan Penyakit Sel Sabit

Orang-orang di beberapa bagian dunia secara tradisional menggunakan kelor untuk mengobati dan mencegah anemia. Hasil dari tes laboratorium menunjukkan bahwa mengonsumsi kelor sebagai makanan atau obat juga dapat membantu mengatasi penyakit sel sabit.

Hal ini disebabkan oleh sifat antioksidannya, aktivitas pengkelatnya, yang berarti dapat membantu menghilangkan kelebihan zat besi, dan juga faktor lainnya.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Video Terkini