Anak Usaha Jababeka Kantongi Pinjaman Rp 1,2 Triliun

Kawasan Industri Kendal, anak usaha Jababeka (KIJA) menandatangani fasilitas pinjaman dari BRI pada 21 Mei 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 24 Mei 2026, 18:03 WIB
PT Jababeka bahkan sudah membebaskan 600 hektare (ha) lahan di Kendal, Jawa Tengah sebagai lahan kawasan industri.

Liputan6.com, Jakarta - PT Kawasan Industri Kendal, entitas anak PT Jababeka Tbk (KIJA) mendapatkan fasilitas pinjaman dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sebesar Rp 1,2 triliun. Pinjaman itu digunakan untuk mendukung kelanjutan ekspansi Kendal Industrial Park.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu, (24/5/2026),  anak usaha Jababeka telah menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman term loan dengan BRI pada 21 Mei 2026. Pinjaman itu terdiri atas pinjaman term loan non-rvolving dengan nilai maksimal Rp 1,2 triliun dengan jangka waktu 10 tahun dan availability period hingga 24 bulan.

Dana hasil fasilitas tersebut terutama akan digunakan untuk keperluan umum korporasi terkait pengembangan Kendal Industrial Park, termasuk untuk mendukung pengembangan lahan dan pembangunan infrastruktur.

Sehubungan dengan fasilitas tersebut, KIK akan memberikan jaminan berupa aset tanah tertentu, aset tetap, serta piutang yang terkait dengan pengembangan Kendal Industrial Park. Fasilitas pembiayaan ini semakin mencerminkan dukungan yang berkelanjutan dari sektor perbankan domestik terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang dan fundamental Kendal Industrial Park sebagai salah satu kawasan industri terintegrasi terkemuka di Indonesia.

“Fasilitas ini menyediakan pendanaan jangka panjang untuk melengkapi posisi kas KIK yang kuat serta semakin meningkatkan fleksibilitas keuangan secara keseluruhan, sekaligus mendukung percepatan pengembangan Kendal Industrial Park dan ekspansi ekosistem kawasan industrinya. Transaksi ini juga mendukung diversifikasi sumber pendanaan KIK secara berkelanjutan dengan tetap menjaga pengelolaan likuiditas yang prudent dan disiplin alokasi modal,” tutur Wakil Direktur Utama PT Jababeka Tbk,  Budianto Liman.

Lewat transaksi ini, Jababeka meyakni KIK berada pada posisi yang kuat untuk mempercepat ekspansi Kendal Industrial Park, memperkuat pipeline pengembangannya, serta mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan di lingkungan Grup Jababeka.

Jababeka Kantongi Pinjaman dari Bank Mandiri USD 185,8 Juta

PT PLN (Persero) siap memenuhi kebutuhan listrik di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah. Dengan pasokan daya sebesar 40.000 Volt Ampere (VA), diharapkan dapat memacu geliat industri di kawasan tersebut. (Dok. PLN)

Sebelumnya, PT Jababeka Tbk (KIJA) menandatangani fasilitas pembiayaan jangka panjang baru dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk untuk melakukan refinancing Senior Notes yang akan jatuh tempo pada Desember 2027.

Berdasarkan keterbukaan informasi perusahaan, fasilitas pinjaman tersebut diteken pada 13 Mei 2026 dengan tenor 15 tahun dan tingkat bunga mengambang sebesar 7% per tahun. Dana dari pinjaman ini akan digunakan terutama untuk melunasi Senior Notes senilai USD 185.856.000, serta tambahan fasilitas term loan sebesar Rp 70 miliar untuk kebutuhan umum korporasi.

Manajemen Jababeka menyebut langkah ini merupakan bagian dari strategi pengelolaan kewajiban secara proaktif untuk memperpanjang jatuh tempo utang sekaligus memperkuat profil keuangan jangka panjang perusahaan. 

Selain itu, penggunaan pinjaman dalam mata uang rupiah dinilai dapat membantu mengurangi volatilitas laba akibat fluktuasi nilai tukar dolar AS.

Dalam transaksi tersebut, perseroan juga memberikan jaminan berupa sejumlah aset milik perusahaan dan entitas anak dengan nilai jaminan mencapai 120% dari total pinjaman. Namun, Jababeka menegaskan transaksi ini bukan transaksi material sehingga tidak memerlukan persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

 

Fasilitas Pembiayaan

PT PLN (Persero) siap memenuhi kebutuhan listrik di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah. Dengan pasokan daya sebesar 40.000 Volt Ampere (VA), diharapkan dapat memacu geliat industri di kawasan tersebut. (Dok. PLN)

Wakil Direktur Utama Jababeka, Budianto Liman, mengatakan pihaknya mengapresiasi dukungan dan kepercayaan yang diberikan Bank Mandiri melalui fasilitas pembiayaan jangka panjang ini. 

“Transaksi ini secara signifikan memperpanjang profil jatuh tempo utang Perseroan, memperkuat posisi likuiditas, serta semakin meningkatkan fleksibilitas keuangan Perseroan,” ujar Budianto dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Jumat (15/5/2026).

Ia menambahkan, di tengah volatilitas yang meningkat pada pasar utang internasional, kami meyakini bahwa fasilitas pembiayaan ini merupakan solusi pendanaan yang tepat dan prudent bagi Perseroan.

Menurut perseroan, manfaat utama transaksi ini antara lain memperpanjang rata-rata jatuh tempo utang selama 15 tahun, mengurangi risiko refinancing, memperkuat likuiditas, serta menjaga struktur pendanaan yang lebih selaras dengan mata uang pelaporan perusahaan.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya