[VIDEO] Menantang Risiko, Rela Terhimpit Demi Zakat

Wanita dan anak-anak saling berdesakan mengantre zakat, sebagian dari mereka harus terhimpit kerumunan manusia.

oleh Eko Huda Setyawan diperbarui 06 Agu 2013, 02:44 WIB
Pembagian zakat secara langsung pada warga kurang mampu penuh risiko. Tidak jarang antrean panjang diwarnai dengan saling dorong untuk berebut zakat. Akibatnya banyak yang terjepit di tengah kerumunan.

Seperti yang ditayangkan Liputan 6 SCTV, Selasa (6/8/2013), ratusan orang antre dengan posisi jongkok saat menunggu pembagian zakat oleh seorang pengusaha di Kalimas Udik, Surabaya. Para pengantre yang didominasi wanita dan anak-anak ini adalah warga kurang mampu yang berharap dapat menerima pembagian zakat sebesar Rp 20 ribu tiap orang.

Awalnya antrean yang berlangsung sejak pagi berlangsugn lancar. Setelah menunggu beberepa jam, sejumlah pengantre ada yang tidak sabar, sehingga saling dorong pun tak terhindarkan. Bahkan anak-anak pun ada yang terjepit tak kuat menahan dorongan dari belakang.

Warga tidak sabar mengantre karena khawatir zakat yang dibagikan akan habis. Sebab, Najib selaku pemberi zakat hanya menyiapkan zakat untuk 2 hingga 3 ribu penerima. Mereka pun rela menghadapi resiko terjepit di tengah kerumunan.

Antrean yang sama juga terjadi saat pemberian zakat berupa beras 3 kilogram di Markas Kodim Klaten, Jawa Tengah. Meski lebih tertib, karena dijaga anggota TNI, mereka tetap berdesak-desakan untuk masuk ke markas Kodim.

Padahal, mereka sudah memiliki kupon, sehingga pasti kebagian. Akibatnya, petugas yang menjaga pintu masuk terpaksa melakukan tindakan buka tutup untuk menghindari desak-desakan.

Begitu masuk mereka antre dengan tertib untuk menerima zakat fitrah sebanyak 3 kilogram beras. Meski banyak yang kehilangan sandal saat berdesak-desakan masuk, warga kurang mampu tetap merasa senang. (Eks)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya