Liputan6.com, Jakarta - Petugas Daerah Kerja (Daker) Bandara menyiapkan sejumlah fasilitas untuk mendukung kebutuhan jemaah haji Indonesia setibanya di Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.
Fasilitas tersebut disiapkan untuk membantu kenyamanan jemaah sejak tiba di bandara hingga melanjutkan perjalanan menuju Mekkah.
Advertisement
Salah satu fasilitas yang tersedia yakni ruang tunggu haji atau paviliun di dekat area keluar terminal. Jemaah non-fast track umumnya melewati zona A, B, D, dan E.
Setiap zona memiliki empat paviliun yang dilengkapi pendingin ruangan, kursi, dan musala. Sementara toilet tersedia di area luar ruang tunggu.
Selain itu, petugas juga menyiapkan layanan kesehatan untuk mengantisipasi jemaah yang mengalami gangguan kesehatan usai penerbangan.
Indonesia menempatkan Pos Kesehatan Haji di zona E sebagai lokasi penanganan awal bagi jemaah sakit. Pemerintah Arab Saudi juga menyediakan klinik kesehatan di antara zona D dan E.
Kendaraan Khusus Disabilitas
Fasilitas lain yang disiapkan yakni mobil golf gratis untuk membantu mobilitas jemaah lanjut usia dari terminal kedatangan menuju bus keberangkatan.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi juga bekerja sama dengan pihak Nusuk menyediakan kendaraan khusus bagi jemaah disabilitas. Kendaraan tersebut memungkinkan jemaah tetap menggunakan kursi roda hingga menuju bus.
Selain itu, petugas Daker Bandara menyiapkan perlengkapan ihram darurat berupa kain ihram cadangan untuk laki-laki, abaya untuk perempuan, sandal, dan perlengkapan lainnya.
Jemaah haji gelombang II yang tiba di Bandara King Abdulaziz Jeddah langsung melanjutkan perjalanan menuju Mekkah menggunakan bus dengan waktu tempuh sekitar satu jam.
Kedatangan jemaah gelombang II berlangsung pada 7 hingga 21 Mei 2026. Hingga Sabtu (9/5/2026) siang waktu Arab Saudi, sebanyak 312 kelompok terbang (kloter) dengan total 120.954 jemaah haji telah tiba di Tanah Suci.