Emiten AALI Raih Laba Rp 373,40 Miliar hingga Maret 2026

PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatat pertumbuhan pendapatan 6,8% dan laba naik 34,8% hingga kuartal I 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 29 April 2026, 10:31 WIB
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencetak pertumbuhan pendapatan dan laba hingga kuartal I 2026. (Foto: Astra Agro Lestari)

Liputan6.com, Jakarta - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatat kinerja keuangan positif pada kuartal I 2026. Perseroan meraih pertumbuhan pendapatan dan laba bersih hingga Maret 2026.

PT Astra Agro Lestari Tbk meraup pendapatan Rp 7,5 triliun, naik 6,8% hingga kuartal I 2026. Pada periode sama tahun sebelumnya, perseroan meraup pendapatan Rp 7,02 triliun. Seiring pertumbuhan pendapatan itu, perseroan meraup laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 373,40 miliar hingga kuartal I 2026. Laba tersebut tumbuh 34,8% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 277,03 miliar.

Pertumbuhan kinerja perseroan selama kuartal I 2026 didorong peningkatan efisiensi operasional di seluruh lini serta pengemdalian biaya dan belanja perseroan. Hal tersebut tercermin pada net profit margin (NPM) Perseroan yang menjadi 5% pada kuartal I 2026 dibandingkan kuartal I 2025 sebesar 3,9%.

Direktur Astra Agro Lestari Tingning Sukowignjo menuturkan, performa positif Astra Agro pada kuartal I 2026 adalah hasil kolaborasi serta kuatnya dukungan para pemangku kepentingan yang menjadi motor dalam mendorong ketahanan operasional dan finansial Perseroan.

“Pencapaian saat ini berkat dukungan berkelanjutan dari para stakeholders. Terima kasih atas kepercayaan dan dedikasi seluruh pihak yang senantiasa mendampingi perjalanan Astra Agro. Mari terus memperkuat kolaborasi ini demi mewujudkan pertumbuhan yang saling membawa manfaat ke depan," ujar dia dikutip dari keterangan resmi, Rabu (29/4/2026).

Laba bruto perseroan naik 24,03% menjadi Rp 1,16 triliun hingga kuartal I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 937,28 miliar. Perseroan mencatat beban umum dan administrasi turun menjadi Rp 318,32 miliar hingga kuartal I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 323,45 miliar. Beban penjualan susut menjadi Rp 119,61 miliar hingga kuartal I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 136,81 miliar. Perseroan mencatat keuntungan kurs Rp 4,68 miliar dari periode sama tahun sebelumnya rugi Rp 19,3 miliar.

Seiring hal itu, laba per saham dasar/dilusi naik menjadi Rp 194,01 hingga kuartal I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 143,94.

 

Aset Perseroan

PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro/AALI)) merilis tiga varietas bibit unggul sawit terbaru. (Foto: Astra Agro Lestari)

Perseroan mencatat ekuitas naik menjadi Rp 24,53 triliun hingga kuartal I 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 24,15 triliun. Liabilitas perseroan naik menjadi Rp 3,35 triliun hingga Maret 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 2,88 triliun.

Aset perseroan bertambah menjadi Rp 27,89 triliun hingga Maret 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 27,04 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 4,70 triliun pada kuartal I 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 2,75 triliun.

Selain itu, kinerja Astra Agro kuartal I/2026 ditopang oleh volume penjualan CPO & derivatif yang naik 6,3% YoY dan penjualan Kernel & derivatif yang meningkat 9,8% YoY. Perseroan optimistis harga CPO akan cukup supportif sepanjang tahun dengan kondisi permintaan dan kebutuhan di level yang relatif sama.

Kendati demikian, faktor kondisi cuaca dan usia tanaman masih menjadi komponen utama yang akan mempengaruhi pertumbuhan produksi. Astra Agro berupaya untuk menjaga kinerja sampai dengan akhir tahun melalui perencanaan yang matang serta alokasi biaya yang tepat sasaran tanpa mengurangi kualitas operasional. Strategi tersebut untuk menjaga daya saing biaya produksi dan mengantisipasi volatilitas harga CPO dan kondisi geopolitik.

Astra Agro Lestari (AALI) Sebar Dividen Interim Rp 123 per Saham, Cek Jadwalnya

IHSG ditutup pada level 7.220,88. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) akan menyalurkan dividen interim tahun buku 2025 senilai Rp 123 per saham. Keputusan tersebut ditetapkan melalui sirkuler direksi yang telah mendapat persetujuan dewan komisaris dan berlaku efektif sejak 22 September 2025.

Melansir keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (24/9/2025), manajemen perseroan menyampaikan bahwa dividen interim akan diberikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 6 Oktober 2025 pukul 16.00 WIB. Adapun jadwal pembagian dividen ditetapkan sebagai berikut:

  • Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 2 Oktober 2025
  • Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 3 Oktober 2025
  • Cum dividen di pasar tunai: 6 Oktober 2025
  • Ex dividen di pasar tunai: 7 Oktober 2025
  • Tanggal pencatatan DPS: 6 Oktober 2025
  • Pembayaran dividen interim: 24 Oktober 2025

 Pembagian dividen akan dilakukan melalui transfer bank bagi pemegang saham yang masih memegang saham dalam bentuk fisik dan telah mendaftarkan rekening bank ke Biro Administrasi Efek, PT Raya Saham Registra. 

Sementara itu, bagi pemegang saham yang tercatat dalam penitipan kolektif di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), pembagian dividen akan dilakukan melalui KSEI dan diteruskan kepada pemegang rekening efek terkait.

Perseroan menegaskan dividen yang dibagikan akan dikenakan pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Bagi wajib pajak dalam negeri yang belum menyampaikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) kepada KSEI atau Registra hingga batas waktu 6 Oktober 2025, akan dikenakan tarif lebih tinggi sesuai peraturan perpajakan. 

Sedangkan wajib pajak luar negeri yang berasal dari negara dengan perjanjian penghindaran pajak berganda (P3B) dengan Indonesia dapat memanfaatkan tarif pajak sesuai P3B apabila memenuhi ketentuan yang berlaku. 

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya