AS dan Iran Berpotensi Lanjutkan Perundingan Pekan Ini

Perundingan untuk akhiri perang Iran kemungkinan akan kembali digelar di Pakistan.

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 15 April 2026, 10:29 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Gedung Putih pada 6 April 2026. (Dok. AP/Julia Demaree Nikhinson)

Liputan6.com, Washington DC - Para diplomat terkait dilaporkan bekerja melalui jalur tidak resmi untuk mengatur putaran baru perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Upaya ini dilakukan setelah AS memberlakukan blokade laut terhadap seluruh pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, sementara Teheran mengancam akan membalas dengan menyerang target di kawasan yang sudah dilanda perang.

Presiden AS Donald Trump pada Selasa (14/4/2026) menyatakan bahwa putaran kedua pembicaraan dapat berlangsung dalam dua hari ke depan. Dalam wawancaranya dengan New York Post, ia menyebut negosiasi kemungkinan kembali digelar di Islamabad, Pakistan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga menyampaikan pandangan serupa. Ia mengatakan bahwa sangat mungkin pembicaraan akan dimulai kembali, mengacu pada pertemuannya dengan Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan Pakistan Ishaq Dar.

Putaran awal perundingan yang bertujuan mengakhiri perang Iran secara permanen gagal mencapai kesepakatan saat digelar pada Sabtu (11/4). Gedung Putih menyebut ambisi nuklir Iran sebagai hambatan utama.

Sementara itu, Trump dalam wawancara dengan Fox Business Network mengklaim bahwa Iran sangat ingin membuat kesepakatan. Ia menilai situasi “sudah sangat dekat untuk berakhir.”

Seorang pejabat AS pada Selasa menyebut pembicaraan lanjutan masih dalam tahap diskusi dan belum dijadwalkan. Ia berbicara dengan syarat anonim karena tidak berwenang mengungkap negosiasi sensitif.

Menteri Keuangan Pakistan Muhammad Aurangzeb mengatakan kepada Associated Press bahwa pihaknya tidak menyerah dalam upaya membantu kedua negara mencapai perdamaian.

Meski gencatan senjata tampak masih bertahan, ketegangan di Selat Hormuz berpotensi memicu kembali konflik dan memperdalam dampak ekonomi kawasan.

Perang Iran yang kini memasuki minggu ketujuh telah mengguncang pasar global. Gangguan pengiriman dan serangan udara terhadap infrastruktur militer serta sipil memperburuk kondisi ekonomi.

Pada Senin (13/4), Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menulis via platform media sosial X: "Dalam perundingan intensif tingkat tinggi pertama dalam 47 tahun, Iran berinteraksi dengan AS dengan itikad baik untuk mengakhiri perang. Namun, ketika tinggal beberapa langkah lagi dari 'MoU Islamabad', kami menghadapi sikap maksimalis, perubahan tuntutan, dan blokade. Tidak ada pelajaran yang diambil. Niat baik melahirkan niat baik. Permusuhan melahirkan permusuhan."

 

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya