Liputan6.com, Jakarta - Menteri LH atau Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengukuhkan Mahasiswa Penggerak Pilah Sampah di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui gerakan peduli lingkungan bertajuk 'Sampah Kampus, Selesai di Kampus'.
"Mahasiswa yang dikukuhkan ini harus menjalankan aksi nyata memilah sampah dan menjadi teladan bagi seluruh sivitas akademika ULM," kata Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq di Banjarbaru, Kamis (9/4/2026) melansir Antara.
Advertisement
Dia menekankan, budaya pemilahan sampah harus menjadi kebiasaan mahasiswa. Hal itu, lanjut dia, karena memilah sampah adalah tolak ukur pengelolaan yang baik.
"Jika terpilah, sebagian besar masih dapat menjadi sumber daya," ucap Hanif.
Dia menyatakan siap mengawal gerakan pilah sampah di ULM agar selaras dengan target nasional pengelolaan sampah pada tahun 2029. Hanif menegaskan pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumber, mengingat produksi sampah Indonesia mencapai 143 ribu ton per hari.
"Ini masalah serius jika tidak dikelola dengan baik," kata Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq.
Inovasi jadi Bukti Komitmen
Menteri Hanif mengungkapkan Indonesia menghasilkan 53 juta ton sampah pada 2025, namun baru 26 persen yang berhasil dikelola.
"Kalsel berada di bawah rata-rata nasional, karena itu diperlukan berbagai metode dan teknologi," kata dia.
Setelah pengukuhan tersebut, Menteri LH Hanif melanjutkan kunjungan ke Fakultas Teknik ULM untuk meninjau inovasi teknologi lingkungan, termasuk reaktor peleleh plastik hasil riset dosen dan mahasiswa.
"Inovasi itu menjadi bukti komitmen ULM dalam pengembangan teknologi pengurangan sampah dan pendidikan lingkungan berkelanjutan," jelas Hanif.