Harga Kripto Hari Ini 9 April 2026: Bitcoin Melemah Tipis, Ethereum Anjlok

Berikut daftar lengkap harga kripto termasuk bitcoin (BTC0 pada Kamis, (9/4/2026).

oleh Tira SantiaDiterbitkan 09 April 2026, 08:00 WIB
Ilustrasi Kripto. (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Harga kripto hari ini, Kamis (9/4/2026) bergerak bervariasi, dengan mayoritas aset digital papan atas masih berada di zona merah. Pelemahan ini terlihat pada sejumlah koin besar antara lain bitcoin (BTC) dan ethereum (ETH) yang mengalami koreksi tipis hingga cukup dalam, meski beberapa aset masih mampu mencatatkan kenaikan terbatas.

Di sisi lain, kapitalisasi pasar dari masing-masing kripto tetap menunjukkan dominasi aset utama seperti Bitcoin dan Ethereum, yang masih menjadi acuan pergerakan pasar secara keseluruhan di tengah volatilitas yang terjadi.

Mengutip laman Coinmarketcap.com, Kamis (9/4/2026) Bitcoin masih memimpin pasar dengan kapitalisasi sekitar USD 1,42 triliun. Namun, dalam 24 jam terakhir, BTC turun tipis 0,38% ke level USD 71.142,57, menunjukkan tekanan jual yang masih terjadi meski relatif terbatas.

Sementara itu, Ethereum berada di posisi kedua dengan kapitalisasi USD 263,60 miliar. ETH tercatat turun lebih dalam sebesar 1,66% ke harga USD 2.192,23, mengikuti tren pelemahan pasar kripto global.

Untuk kategori stablecoin, Tether mencatat kapitalisasi USD 184,09 miliar dengan harga stabil di USD 0,9998 atau naik tipis 0,01%. Pergerakan ini mencerminkan fungsi USDT sebagai aset lindung nilai.

Selanjutnya, XRP mengalami penurunan 2,22% ke level USD 1,34, dengan kapitalisasi pasar sebesar USD 82,56 miliar. Koreksi ini menunjukkan tekanan yang cukup terasa di aset altcoin besar.

BNB juga ikut melemah 2,45% ke harga USD 603,87, dengan kapitalisasi USD 82,41 miliar. Penurunan ini sejalan dengan tren negatif yang melanda sebagian besar aset kripto utama.

USDC hingga TRX Variatif, SOL Tertekan

USD Coin mencatat kapitalisasi USD 78,25 miliar dengan harga USD 0,9997 dan nyaris tidak berubah dalam 24 jam terakhir. Berbeda dengan itu, Solana mengalami tekanan cukup dalam dengan penurunan 3,39% ke USD 82,61. Kapitalisasi pasar SOL tercatat sebesar USD 47,36 miliar.

TRON justru mencatatkan kenaikan 0,86% ke level USD 0,3179, dengan kapitalisasi USD 30,13 miliar. Kinerja ini menjadikannya salah satu dari sedikit aset yang menguat.

Di sisi lain, Dogecoin melemah 2,71% ke harga USD 0,09253. Kapitalisasi pasar DOGE berada di kisaran USD 15,71 miliar. Hyperliquid mencatat kenaikan tipis 0,36% ke USD 38,72, dengan kapitalisasi USD 9,93 miliar.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

LEO hingga XMR Kompak Melemah

Ilustrasi kripto. (Foto by AI)

UNUS SED LEO turun tipis 0,11% ke USD 10,11 dengan kapitalisasi USD 9,31 miliar, mencerminkan pergerakan yang relatif stabil di tengah tekanan pasar. Cardano (ADA) mengalami penurunan cukup dalam sebesar 4,71% ke level USD 0,2513. Kapitalisasi pasar ADA tercatat USD 9,08 miliar.

Selanjutnya, Bitcoin Cash melemah 0,92% ke harga USD 440,80 dengan kapitalisasi USD 8,83 miliar. Chainlink juga mengalami tekanan dengan penurunan 4,06% ke USD 8,89. Kapitalisasi pasar LINK berada di angka USD 6,48 miliar. 

Terakhir, Monero mencatat penurunan terdalam di daftar ini, yakni 5,32% ke level USD 325,47, dengan kapitalisasi pasar sebesar USD 6,01 miliar, menandakan tekanan jual yang cukup kuat.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Warga Amerika Serikat Kehilangan Rp 193,90 Triliun Akibat Penipuan Kripto

Ilustrasi harga kripto (Foto By AI)

Sebelumnya, investor Amerika Serikat (AS) kehilangan USD 11,4 miliar atau Rp 193,90 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.010) akibat penipuan kripto pada 2025. Hal itu berdasarkan laporan baru dari Biro Investigasi Federal atau the Federal Bureau of Investigation (FBI).

FBI menyebutkan, jumlah kerugian akibat penipuan kripto tahun lalu meningkat 22% dari 2024, menyoroti skala penipuan yang semakin besar.

"Penipuan investasi kripto adalah penipuan jangka panjang yang canggih yang menggunakan manipulasi psikologis, penampilan legitimasi dan eksploitasi,” demikian dalam laporan bertajuk Crypto Crime Report dikutip dari Yahoo Finance, Rabu, (8/4/2026).

Sebagian besar penipuan kripto saat ini dilakukan oleh kelompok kejahatan terorganisir yang berbasis di Asia, banyak di antaranya memakai korban perdagangan manusia sebagai pekerja paksa untuk menjalankan operasi itu.

Penipuan identitas, penipuan bursa kripto, dan penipuan yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terhadap individu kini melampaui kerugian akibat serangan siber.

 

 

Catatan FBI

Aset kripto Bitcoin, Altcoin, hingga Meme Coin. (Ilustrasi By AI)

FBI mencatat dalam laporannya kalau jumlah orang yang menjadi korban penipuan kripto telah meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2025, terdapat 181.565 pengaduan yang melibatkan penipuan kripto, naik 21% dibandingkan tahun sebelumnya, menurut FBI.

Rata-rata kerugian individu akibat penipuan kripto tahun lalu adalah USD 62.604 atau Rp 1,06 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 17.010) dan paling sering melibatkan bitcoin (BTC).

Kerugian juga semakin terkonsentrasi. Hampir 18.600 pelapor masing-masing kehilangan lebih dari USD 100.000 atau Rp 1,70 miliar, menunjukkan banyak korban kehilangan tabungan seumur hidup dan rekening pensiunnya.

Dalam laporan FBI menyebutkan, penipuan kripto kini berada di pusat lonjakan penipuan daring yang lebih luas.

Warga AS mengajukan lebih dari satu juta pengaduan kejahatan siber kepada lembaga penegak hukum federal pada 2025 dengan kerugian melebihi USD 20,8 miliar atau Rp 353,78 triliun.

Penipuan dan kecurangan menyumbang sebagian besar kerugian tahun lalu, mencerminkan apa yang digambarkan FBI sebagai lanskap ancaman yang berkembang pesat.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya