Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melonjak signifikan pada perdagangan saham Rabu, (25/3/2026). Kenaikan harga saham BUMI terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melesat.
Mengutip data RTI, harga saham BUMI ditutup naik 8,74% ke posisi Rp 224 pada sesi pertama perdagangan saham Rabu pekan ini. Harga saham BUMI dibuka naik dua poin ke posisi Rp 208 per saham. Saham BUMI berada di level tertinggi Rp 232 dan terendah Rp 206 per saham. Total frekuensi perdagangan saham 66.949 kali dengan volume perdagangan saham 39.838.840 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 885 miliar.
Advertisement
Berdasarkan data Google Finance, harga saham BUMI turun 0,88% dalam lima hari terakhir. Secara year to date, harga saham BUMI turun 46,67%.
Sementara itu, IHSG merosot 1,3% ke posisi 7.199,19. Pada pembukaan perdagangan saham, IHSG turun ke posisi 7.084,62 dari penutupan sebelumnya di 7.106,83. Indeks saham LQ45 meroket 1,69% ke posisi 734,60. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 7.212,94 dan level terendah 7.057,22. Sebanyak 532 menguat sehingga angkat IHSG. Namun, 181 saham melemah dan 105 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.346.443 kali dengan volume perdagangan saham 25,9 miliar saham. Sedangkan nilai transaksi harian saham mencapai Rp 13,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.895.
Sebagian besar sektor saham menghijau. Sektor saham energi melompat 3,91%, dan catat kenaikan tertinggi. Sektor saham industri meroket 3,74%, sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 1,15%, sektor saham siklikal menguat 2,56%, sektor saham properti bertambah 0,40%. Lalu sektor saham infrastruktur menanjak 2,05% dan sektor saham transportasi bertambah 2,47%.
Kemudian sektor saham basic susut 0,48%, sektor saham kesehatan turun 0,09%, sektor saham keuangan merosot 0,61%, sektor saham teknologi turun 0,83%.
Bumi Resources Luncurkan Logo Baru, Tandai Babak Baru Transformasi Perseroan
Sebelumnya, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) resmi meluncurkan logo baru perusahaan sebagai bagian dari transformasi bisnis menuju perusahaan sumber daya alam yang lebih terdiversifikasi. Group Head of Corporate Communications & CSR Bumi Resources, Renno Wicaksono, mengatakan peluncuran identitas visual baru tersebut menjadi momen penting dalam perjalanan transformasi perusahaan yang selama ini dikenal sebagai salah satu eksportir batu bara termal terbesar di dunia.
"Bapak-Ibu sekalian, hari ini adalah momen yang sangat bermakna bagi Bumi Resources. Dalam beberapa tahun terakhir, Bumi Resources telah menapaki suatu perjalanan transformasi yang strategis di mana perusahaan memperluas bisnis melampaui dari batubara thermal yang selama ini telah menjadi bisnis utama kami,” ujar Renno saat konferensi pers, Kamis (12/3/2026).
Menurut dia, perusahaan juga tengah membangun pondasi bisnis yang lebih kuat untuk jangka panjang melalui penguatan portofolio usaha. Saat ini Bumi Resources mulai memasuki sektor mineral bernilai tinggi seperti emas, tembaga, dan bauksit, serta mengembangkan kapabilitas hilirisasi.
"Dan fondasi ini berupa portofolio yang semakin kokoh dan juga semakin kuat karena saat ini Bumi Resources telah memasuki sektor mineral seperti emas dan juga tembaga, dan juga bauxit, dan juga kapabilitas hilirisasi,” kata Renno.
Sementara itu, Chief Corporate Affairs & Sustainability Officer BUMI Christopher Fong mengatakan, perubahan logo tersebut juga mencerminkan transformasi bisnis perusahaan dari penambang batu bara termal menuju perusahaan yang lebih fokus pada mineral dan logam.
“Ini merupakan bagian dari diversifikasi dan transformasi kami dari penambang batu bara termal menjadi perusahaan yang juga bergerak di mineral, logam, dan sumber daya lainnya,” jelas Christopher.
Rencana Bumi Resources
Ia menambahkan, pembaruan identitas visual tersebut juga bertujuan untuk memodernisasi citra perusahaan agar lebih sejalan dengan standar perusahaan internasional.
"Logo baru ini membantu memodernisasi BUMI dan membawa merek perusahaan lebih mendekati standar internasional, sehingga kami tidak hanya dipandang sebagai perusahaan tradisional dari Indonesia,” ujar dia.
Ke depan, perusahaan tetap mempertahankan bisnis batu bara termal, namun secara bertahap akan memperluas portofolio ke sektor logam dan mineral.