Liputan6.com, Jakarta - Menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dan masuk musim mudik, kebutuhan masyarakat terhadap uang Rupiah layak edar diperkirakan meningkat signifikan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Bank Indonesia (BI) kembali menghadirkan layanan kas keliling bagi masyarakat.
Program ini merupakan bagian dari upaya BI memastikan ketersediaan uang tunai yang cukup dan berkualitas bagi masyarakat yang akan melakukan berbagai transaksi selama periode Ramadan hingga Idulfitri.
Advertisement
Berdasarkan keterangan Bank Indonesia, Senin (16/3/2026), layanan kas keliling tersebut mulai dibuka pada hari ini dengan menghadirkan lokasi strategis yang mudah dijangkau masyarakat.
Kehadiran layanan ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat memperoleh uang pecahan baru maupun layak edar tanpa harus datang langsung ke kantor bank.
Dalam pelaksanaannya, BI menyiapkan sejumlah titik layanan di area dengan mobilitas tinggi menjelang mudik Lebaran. Dengan demikian, masyarakat yang berada di lokasi transportasi utama juga dapat memanfaatkan fasilitas penukaran uang tersebut.
Layanan Kas Keliling di Bandara Soekarno-Hatta
Salah satu titik layanan kas keliling BI berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, tepatnya di Terminal 3 Gate 5. Lokasi ini dipilih karena menjadi salah satu pusat keberangkatan penumpang terbesar di Indonesia.
Melalui layanan ini, masyarakat yang hendak melakukan perjalanan maupun pekerja di area bandara dapat menukarkan uang Rupiah dengan pecahan yang layak edar.
BI membuka layanan kas keliling di lokasi tersebut mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Masyarakat diimbau datang lebih awal agar dapat memperoleh layanan dengan lebih nyaman.
Hadir di Stasiun Gambir
Selain di bandara, layanan kas keliling BI juga tersedia di Stasiun Gambir. Stasiun ini merupakan salah satu titik keberangkatan utama kereta api jarak jauh yang dipadati pemudik menjelang Lebaran.
Kehadiran kas keliling di Stasiun Gambir diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi para penumpang yang ingin menukarkan uang sebelum melakukan perjalanan ke kampung halaman. Sama seperti di Bandara Soekarno-Hatta, layanan di Stasiun Gambir juga dibuka mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperoleh uang Rupiah layak edar secara langsung.
Segini Maksimal Tukar Uang di Penukaran Uang Bank Indonesia
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) menetapkan batas maksimal jumlah uang yang ditukar dalam momen menyambut perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 1447 H/2026, yakni Rp5,3 juta dalam berbagai pecahan.
"Dalam berbagai pecahan, dari Rp1.000 sampai Rp50.000, nanti bisa dimaksimalkan sejumlah Rp5.300.000 atau bisa juga kalau ingin menukar lebih kecil dari itu," kata Analis Senior Departemen Pengelolaan Uang BI, Fenty Tirtasari Ekarina, dikutip dari Antara, Rabu (11/3/2026).
Dia dalam siniar bertema "Jaga Harga, Jaga Rupiah: Pengendalian Inflasi Jelang HBKN bersama SERAMBI 2026" di Jakarta, Rabu, mengatakan, di wilayah DKI Jakarta, BI menyediakan sebanyak Rp52,6 triliun uang kartal yang disalurkan melalui perbankan.
Lalu, dari jumlah tersebut, sebanyak Rp1,8 triliun uang itu bisa ditukar melalui layanan penukaran Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026 pada 3.191 layanan penukaran yang tersebar di wilayah DKI Jakarta, bekerjasama dengan 21 bank di wilayah DKI Jakarta.
"Lokasinya ada di masjid, di kantor bank dan juga di kas keliling terpadu," ujar Fenty.
Bank Indonesia menargetkan transaksi penukaran uang pecahan kecil untuk keperluan lebaran mencapai Rp118 triliun atau naik dari tahun lalu sebesar Rp113 triliun di seluruh Indonesia.
"Setelah berhasil melakukan pemesanan nanti bisa datang pada lokasi tanggal dan waktu yang telah tercantum di bukti pemesanan dengan membawa bukti diri berupa KTP dan juga uang rupiah akan ditukarkan," kata dia.