Menko Airlangga Lantik Anggota/Deputi BP Batam, Ini Pesannya

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah telah menunjukkan komitmen kuat untuk mendorong pengembangan kawasan.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 13 Maret 2026, 18:38 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam melantik Anggota/Deputi BP Batam pada Jumat, (13/3/2026). (Foto: ekon.go.id)

Liputan6.com, Jakarta - Menghadapi dinamika global serta kebutuhan dalam percepatan pengembangan kawasan yang semakin kompetitif, diperlukan penyesuaian strategi dan kebijakan dalam pengelolaan kawasan, salah satunya Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam (BP Batam). Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melantik anggota/deputi BP Batam.

BP Batam perlu menyesuaikan fokus dan target kinerja internal guna memperkuat efektivitas pelaksanaan program serta mendorong percepatan pengembangan kawasan Batam sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing.

Dalam rangka mendukung upaya penyesuaian tersebut, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam melantik Anggota/Deputi BP Batam pada Jumat, 13 Maret 2026 Sejumlah Anggota/Deputi BP Batam yang dilantik yakni Syarlin Joyo sebagai Deputi Bidang Pengelolaan Kawasan, Fary Djemy Francis sebagai Deputi Bidang Investasi, dan Denny Tondano sebagai Deputi Bidang Pengusahaan.

"Diperlukan tata kelola pengusahaan yang efisien, cepat, transparan, dan akuntabel. Sehingga dengan demikian para pelaku usaha merasa nyaman dan mendapatkan kepastian dalam berusaha di Batam,” ujar Menko Airlangga, seperti dikutip dari laman ekon.go.id, Jumat, (!3/3/2026).

Menko Airlangga menegaskan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong Batam sebagai kawasan yang bersaing dengan kawasan lainnya di negara lain. Hal tersebut dapat ditunjukan dengan adanya peningkatan pertumbuhaan ekonomi yang diatas rata-rata regional atau provinsi, peningkatan investasi, penyerapan lapangan kerja baru, dan peningkatan infrastruktur kawasan yang berstandar internasional.

Selain itu, Pemerintah juga telah menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong pengembangan kawasan melalui penguatan aspek regulasi, antara lain melalui perubahan empat Peraturan Pemerintah (PP) serta berbagai regulasi pendukung lainnya.

Pemerintah juga telah meminta Kementerian/Lembaga terkait untuk memberikan dukungan dan fasilitasi kepada BP Batam, sehingga proses perizinan berusaha dapat dilakukan secara lebih terintegrasi dan efisien, dengan perizinan yang diperlukan cukup difasilitasi melalui BP Batam.

Dorong Manfaatkan Peluang

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku Ketua Dewan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam melantik Anggota/Deputi BP Batam pada Jumat, (13/3/2026). (Foto: ekon.go.id)

Ke depan, Menko Airlangga mendorong BP Batam untuk memanfaatkan berbagai peluang yang tersedia, termasuk menindaklanjuti berbagai komitmen investasi yang telah disepakati, seperti pengembangan industri semikonduktor.

Langkah tersebut tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan realisasi investasi di kawasan Batam, tetapi juga menjadi bagian dari upaya strategis dalam menyiapkan transformasi ekonomi Indonesia ke depan yang semakin berbasis pada informasi dan teknologi, dengan industri semikonduktor sebagai salah satu tulang punggungnya.

"Dengan semangat kerja sama tidak hanya dalam internal tetapi juga dengan seluruh stakeholders di Batam, saya yakin Batam akan dapat menjadi daerah pengembangan industri dan wisata serta tujuan investasi,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya yakni Walikota Batam sekaligus sebagai Kepala BP Batam, Wakil Wali Kota Batam sekaligus sebagai Wakil Kepala BP Batam, pejabat Eselon 1 di Lingkungan Kemenko Perekonomian, serta Anggota/Deputi BP Batam.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya