Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini Senin 2 Maret 2026 pagi dibuka melemah 142,59 poin atau 1,73 persen ke posisi 8.092,90.
Dikutip dari Antara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 12,65 poin atau 1,52 persen ke posisi 821,71.
Advertisement
Prediksi IHSG
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Senin, (2/3/2026). IHSG hari ini berpotensi ke posisi 8.440-8.650. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?
IHSG menguat ke 8.235 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, pergerakannya pun mampu berada di atas moving average (MA) 20 harian.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, best case posisi IHSG saat ini berada pada bagian dari wave © dari wave [x] sehingga IHSG masih berpeluang menguat ke 8.440-8.650.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 8.025,7.861 dan level resistance 8.306,8.437.
Adapun untuk sentimen sepekan, Herditya menuturkan, IHSG akan dipengaruhi sejumlah hal antara lain rilis data neraca dagang Indonesia, rilis data manufaktur China dan nonfarm payrolls (NFP) Amerika Serikat. “Ketiga, pergerakan harga komoditas dunia,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.
Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah dengan level support dan level resistance 8.150-8.330.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA).
Sedangkan Herditya memilih saham PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:
1. PT Indika Energy Tbk (INDY) - Buy on Weakness
Saham INDY menguat 4,26% ke 3.670 dan disertai dengan munculnya volume beli. “Pada label hitam, kami memperkirakan pergerakan INDY sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave 5,” ujar Herditya.
Buy on Weakness: 3.470-3.620
Target Price: 3.910, 4.200
Stoploss: below 3.320
2. PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) - Buy on Weakness
Saham TAPG menguat 8,33% ke 1.625 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, penguatannya pun mampu menembus MA60. “Kami memperkirakan, posisi TAPG saat ini berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C dari wave (B),” ujar dia.
Buy on Weakness: 1.550-1.605
Target Price: 1.670, 1.745
Stoploss: below 1.535
Rekomendasi Teknikal Lainnya
3. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) - Buy on Weakness
Saham TLKM terkoreksi 3,01% ke 3.540 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, penutupannya pun berada di bawah MA60. “Kami memperkirakan, posisi TLKM saat ini berada pada bagian dari wave (ii) dari wave [c],” ujar dia.
Buy on Weakness: 3.410-3.510
Target Price: 3.660, 3.810
Stoploss: below 3.390
4. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) - Buy on Weakness
Saham UNVR menguat 3,03% ke 2.380 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi UNVR saat ini berada pada bagian dari wave [v] dari wave 1 dari wave (5),” kata dia.
Buy on Weakness: 2.370-2.340
Target Price: 2.490, 2.590
Stoploss: below 2.300