Emiten KIJA Kantongi Penjualan Pemasaran Rp 3,6 Triliun pada 2025

PT Jababeka Tbk (KIJA) atau emiten KIJA mencatat marketing sales atau penjualan pemasaran tumbuh 13% pada 2025.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 10 Februari 2026, 07:45 WIB
PT Jababeka Tbk (KIJA) atau emiten KIJA mencatat penjualan pemasaran atau marketing sales) real estate Rp 3,6 triliun pada 2025. (Foto: Freepik/ pch.vector)

Liputan6.com, Jakarta - PT Jababeka Tbk (KIJA)  atau emiten KIJA mencatat penjualan pemasaran atau marketing sales real estate Rp 3,6 triliun pada 2025. Realisasi penjualan pemasaran ini melampaui target perseroan Rp 3,5 triliun.

Mengutip keterangan perseroan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa (10/2/2026), pencapaian ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah Perusahaan dan mencerminkan pertumbuhan sekitar 13% dibandingkan 2024 sebesar Rp 3,19 triliun.

“Kinerja tersebut sekaligus menegaskan daya tarik kawasan industri KIJA yang tetap kuat di tengah dinamika ekonomi global,” demikian seperti dikutip dari keterbukaan informasi BEI.

Pada 2025, marketing sales dari Cikarang mencapai Rp 1, 1 triliun meningkat sekitar 5% secara tahunan (year-on-year), yang berasal dari penjualan lahan dengan total luas 21,2 hektar di seluruh segmen.

Pencapaian ini terutama berasal dari penjualan tanah matang kawasan industri senilai Rp 567,4 miliar dengan lahan seluas 18 hektar. Sementara untuk produk tanah dan bangunan sebesar Rp 365,4 miliar, berasal dari bangunan pabrik (Standard Factory Building) dan produk residensial komersial masing-masing sebesar Rp 292,7 miliar dan Rp 72,7 miliar.

Dari penjualan tanah matang dan bangunan pabrik (standard factory building) yang totalnya mencapai Rp 860 miliar, 48% investor domestik sedangkan 52% berasal dari investor asing (terutama dari Korea dan China).

Penjualan tunggal terbesar adalah penjualan lahan seluas 6 hektar kepada Perusahaan Korea Selatan di sektor Personal Care dan 4 hektar kepada sebuah perusahaan Indonesia di sektor data center.

 

Kontributor Marketing Sales Lainnya

Ilustrasi Laporan Keuangan, Laba, Rugi. Foto: Freepik/mindandi

Kendal menyumbang marketing sales sebesar Rp 2,51 triliun dari 142 hektar lahan pada 2025, meningkat sekitar 17% dibandingkan 2024 sebesar Rp2,14 triliun.

Di Kendal, investor asing mendominasi dengan kontribusi sekitar 89% dari total nilai penjualan pemasaran 2025, yang terutama berasal dari China, Hong Kong, dan Taiwan, sementara investor domestik menyumbang 11% sisanya.

Transaksi terbesar di kawasan Kendal sepanjang 2025 mencakup penjualan lahan kepada perusahaan asal China untuk sektor industri ban seluas 8 hektar, bahan bangunan seluas 7 hektar, serta furnitur seluas 13 hektar.

Selain dari China, Perseroan juga mencatatkan penjualan lahan seluas 12 hektar kepada perusahaan furnitur asal Indonesia, serta satu transaksi penjualan lahan seluas 13 hektar kepada perusahaan kemasan asal Hong Kong.

 

Target 2026

Ilustrasi laporan keuangan (Foto: Isaac Smith/Unsplash)

Jababeka menetapkan target penjualan pemasaran sebesar Rp 3,75 triliun pada 2026, yang terutama didorong oleh permintaan yang tetap tinggi terhadap lahan industri di Kendal dan Cikarang.

Dari target tersebut, Rp 1,25 triliun diharapkan berasal dari Cikarang dan lainnya, yang terdiri dari Rp 800 miliar dari penjualan tanah matang dan produk industri, serta Rp 450 miliar dari produk residensial dan komersial. Sisa sebesar Rp 2,5 triliun ditargetkan berasal dari Kendal, yang seluruhnya merupakan produk industri.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya