Strategy Menambah 14.910 Bitcoin Sejak Awal 2026

Strategy dikabarkan memegang bitcoin (BTC) mencapai 684.410 hingga kini.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 19 Januari 2026, 18:17 WIB
Perusahaan Strategy terpantau masih akumulasi bitcoin (BTC) (Source: freepik.com)

Liputan6.com, Jakarta - Michael Saylor kembali mengisyaratkan pembelian bitcoin (BTC) lainnya oleh Strategy. Sinyal ini beberapa hari setelah perusahaan itu mengungkapkan pembelian senilai USD 1,25 miliar atau Rp 21,12 triliun (asumsi kurs dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.900). Dengan demikian, kepemilikan bitcoin menjadi lebih dari 687.000 BTC.

Mengutip Yahoo Finance, Senin (19/1/2026), dalam sebuah unggahan di platform X pada Minggu, Saylor membagikan tangkapan layar dari StrategyTracker yang menunjukkan harga bitcoin bersama dengan penanda untuk pembelian perusahaan pada masa lalu dengan keterangan “Bigger Orange”. Saylor telah memakai unggahan serupa pada masa lalu untuk memberi sinyal pembelian yang akan datang, biasanya sebelum mengungkapkan secara resmi.

Strategy memulai tahun ini dengan pembelian 1.283 BTC senilai USD 115,97 juta atau Rp 1,96 triliun pada 4 Januari 2026. Kemudian diikuti dengan pembelian jauh lebih besar yaitu 13.627 BTC senilai USD 1,25 miliar atau Rp 21,12 triliun pada 11 Januari.

Berdasarkan StrategyTracker, perusahaan itu telah menambahkan 14.910 BTC sejak awal 2026.

Perusahaan tersebut sekarang memegang 687.410 BTC dengan harga pembelian rata-rata USD 75.353 atau Rp 1,27 miliar per koin. Dengan harga Bitcoin yang diperdagangkan di sekitar USD 90.000-an atau Rp 1,52 miliar, posisi tersebut tetap menguntungkan di atas kertas.

Namun, perdagangan ini tidak lepas dari tekanan di tempat lain.

Saham Strategy telah tertinggal selama setahun terakhir, dengan harga saham turun tajam dari level tertinggi sebelumnya. Perusahaan telah mendanai pembelian melalui berbagai instrumen penggalangan modal, termasuk penjualan obligasi konversi, sebuah struktur yang dapat meningkatkan leverage sambil menjaga biaya tunai relatif rendah.

Bitcoin diperdagangkan sedikit di atas USD 92.600 pada jam perdagangan pagi Asia pada Senin, turun 2,6% dalam 24 jam terakhir karena perselisihan tarif AS-Eropa menekan aset berisiko.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Jaringan Restoran Cepat Saji Beli BTC

Aset digital kripto Bitcoin. (Foto by AI)

Sebelumnya, jaringan restoran cepat saji populer Steak ‘n Shake mengumumkan telah membeli bitcoin senilai USD 10 juta atau Rp 169,09 miliar (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.910). Aksi beli bitcoin pekan ini menambahkan aset ke kas perseroan. Langkah restoran cepat saji ini juga melanjutkan aksi di sektor kripto setelah menerima pembayaran BTC di semua gerai di Amerika Serikat (AS).

Mengutip Coindesk, Minggu (18/1/2026), perusahaan itu menyebutkan di media sosial kalau langkah ini merupakan bagian dari siklus “self-reinforcing”. Pelanggan membayar dengan bitcoin, penjualan meningkat dan semua pendapatan kripto mengalir dengan yang disebutnya sebagai same-base-revenue/SBR).

Dana itu akan membantu membiaya peningkatan, mulai dari bahan-bahan yang lebih baik hingga renovasi restoran, tanpa menaikkan harga menu.

“Delapan bulan yang lalu, Steak n Shake meluncurkan transformasi burger ke bitcoin ketika kami mulai menerima pembayaran bitcoin,” tulis perusahaan tersebut.

"Penjualan di gerai yang sama telah meningkat secara dramatis sejak saat itu,” demikian seperti dikutip.

 

Terima Pembayaran Bitcoin

Ilustrasi aset kripto Bitcoin. (Foto By AI)

Steak ‘n Shake mulai menerima bitcoin pada Mei tahun lalu melalui Lightning Network. Peluncuran ini dipromosikan sebagai cara untuk memangkas biaya pemrosesan kartu hingga setengahnya dan memanfaatkan basis pelanggan yang lebih muda dan melek kripto. Dana tersebut telah berhasil.

Penjualan di gerai yang sama meningkat lebih dari 10% pada kuartal kedua 2025, menurut perusahaan, sementara COO Dan Edwards mengatakan perusahaan menghemat sekitar 50% biaya pemrosesan ketika pelanggan memilih untuk membayar dengan BTC.

Pada Oktober, jaringan restoran ini memperkenalkan burger bertema Bitcoin. Mereka juga mulai menyumbangkan sebagian kecil dari setiap Bitcoin Meal untuk pengembangan Bitcoin sumber terbuka.

Pembelian senilai USD 10 juta baru-baru ini, atau sekitar 105 BTC dengan harga saat ini, menandai investasi langsung terbesar jaringan restoran ini ke kas perusahaan.

Meskipun jumlahnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan kas Bitcoin perusahaan publik yang lebih besar, seperti Strategy yang memiliki 687.410 BTC senilai lebih dari USD 65 miliar, hal ini menunjukkan akumulasi Bitcoin yang berkelanjutan. Berdasarkan data Bitcointreasuries, Bitcoin yang disimpan di kas perusahaan, mulai dari pemerintah hingga dana yang diperdagangkan di bursa dan semua yang ada di antaranya, kini berada di atas 4 juta.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya