Liputan6.com, Jakarta - Seorang tukang tambal ban yang membuka lapak di belakang Lotte Mart, Kelapa Gading, Jakarta Utara (Jakut), sibuk mengumpulkan pelat nomor di tengah kondisi banjir. Akalnya berputar, mencari cuan di tengah kondisi prihatin warga, namun dengan cara yang kontroversial.
Bagi yang merasa kehilangan, dia meminta tebusan Rp 50 ribu. Entah bagaimana caranya, 50 buah pelat nomor kendaraan berhasil dia kumpulkan.
Advertisement
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Kelapa Gading akhirnya mengamankan puluhan pelat nomor kendaraan tersebut.
“Akibat banjir, banyak kendaraan yang pelat nomornya jatuh dan diambil pengepul, dan saat pengambilan, diminta biaya,” tutur Kepala Satpol PP Kecamatan Kelapa Gading Budi Salamun di Jakarta, dikutip Kamis (15/1/2026) dari Antara.
Menurut Budi, pengamanan pelat nomor tersebut dilakukan sebagai respons dari sebuah berita yang viral di media sosial. Dia mengaku tidak memahami cara tukang tambal tersebut mendapatkan banyak pelat nomor kendaraan tersebut.
Aksi tukang tambal ban itu pun berujung teguran, serta peringatan agar tidak mengulangi perbuatannya.
“Kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan bisa mengambilnya di Kantor Kecamatan Kelapa Gading tanpa dipungut biaya alias gratis," jelas dia.
Sempat Dilaporkan ke Polisi
Pengendara mobil berinisial BS sempat melaporkan tukang tambal ban yang mangkal di sekitaran belakang Lotte Mart Kelapa Gading ke kepolisian, melalui nomor panggilan polisi 110. Dia dimintai uang dan merasa diperas saat hendak mengambil pelat nomor kendaraannya.
“Kepolisian Sektor Kelapa Gading yang terima laporan dari BS segera mendatangi lokasi yang dimaksud untuk melakukan pemeriksaan,” ujar Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko Putra.
Dia mengakui pihaknya menerima laporan mengenai tukang tambal ban yang meminta sejumlah uang, sebagai imbalan untuk menebus pelat nomor.
“Kami telah lakukan mediasi antara kedua belah pihak, dan sepakat orang tersebut tidak meminta uang sebagai imbalan untuk menebus pelat nomor mobil yang copot," ungkapnya.
Korban Sadar Pelatnya Hilang
Lebih lanjut, kata Seto, saat terjadi banjir besar di Kelapa Gading, korban menyadari pelat mobilnya copot setelah mengantar pasangannya bekerja. Dia lantas mencarinya di lokasi banjir.
Nyatanya, pelat mobilnya sudah berada di tangan tukang tambal ban tersebut.
“Ketika pelapor datangi, tukang tambal tersebut meminta tebusan Rp 50 ribu untuk pelat mobilnya yang hilang,” jelas Seto.