Intip Laju Saham SMDR Hari Ini 9 Januari 2026

Berikut pergerakan saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) pada perdagangan saham Jumat, (9/1/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 09 Januari 2026, 20:21 WIB
Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) berbalik arah melemah hingga penutupan perdagangan saham Jumat, (9/1/2026). Koreksi harga saham SMDR terjadi di tengah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang menguat terbatas.

Mengutip data RTI, saham SMDR ditutup melemah 3,76% ke posisi Rp 410 per saham. Pada awal sesi perdagangan, harga saham SMDR sempat menguat. Harga saham SMDR dibuka naik empat poin ke posisi Rp 430 per saham. Saham SMDR berada di level tertinggi Rp 434 dan level terendah Rp 410 per saham. Total frekuensi perdagangan 13.697 kali dengan volume perdagangan 1.110.827 saham. Nilai transaksi harian saham SMDR senilai Rp 46,7 miliar.

Berdasarkan data Google Finance, harga saham SMDR turun 7,66% selama lima hari terakhir. Secara year to date, harga saham SMDR naik 3,02%. Sedangkan sepanjang 2025, harga saham SMDR melonjak 54,14%.

Di sisi lain, IHSG ditutup menguat 0,13% ke posisi 8.936,75. Indeks saham LQ45 menguat 0,05% ke posisi 868,02. Sebagian besar indeks saham acuan memerah.

IHSG berada di level tertinggi 8.981,02 dan level terendah 8.908,17. Sebanyak 359 saham menguat sehingga angkat IHSG. 318 saham melemah dan 137 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 3.468.511 kali dengan volume perdagangan 57 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 27,5 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 16.816.

Dari 11 sektor saham, tiga sektor saham melemah. Sektor saham infrastruktur merosot 1,08%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham keuangan turun 1,07%, dan sektor saham teknologi merosot 0,43%.

Sektor saham consumer siklikal melambung 3,3%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham properti menguat 2,39% dan sektor saham basic naik 2,38%. Lalu sektor saham energi mendaki 0,99%, sektor saham industri menanjak 0,12%, sektor saham consumer nonsiklikal bertambah 0,29%. Lalu sektor kesehatan menanjak 1,31% dan sektor saham transportasi bertambah 0,67%.

 

Gerak Saham

Pengendara mobil dan sepeda motor melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Kamis (10/10/2019). Sebanyak 205 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sementara itu, saham ITMG melemah 0,34% ke posisi Rp 21.925 per saham. Harga saham ITMG dibuka stagnan di posisi Rp 22.000 per saham. Saham ITMG berada di level tertinggi Rp 22.025 dan level terendah Rp 21.825 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.458 kali dengan volume perdagangan saham 16.256 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 35,6 miliar.

Harga saham BSDE ditutup naik 4,4% ke posisi Rp 950 per saham. Harga saham BSDE dibuka menguat lima poin ke posisi Rp 915 per saham. Saham BSDE berada di level tertinggi Rp 950 dan level terendah Rp 910 per saham. Total frekuensi perdagangan 3.214 kali dengan volume perdagangan 181.821 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 17 miliar.

Harga saham SMBR melonjak 5,44% ke posisi Rp 310 per saham. Harga saham SMBR dibuka stagnan di posisi Rp 294 per saham. Saham SMBR berada di level tertinggi Rp 312 dan level terendah Rp 290 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.628 kali dengan volume perdagangan 313.264 saham. Nilai transaksi Rp 9,5 miliar.

Harga saham INDF melemah 0,38% ke posisi Rp 6.600 per saham. Saham INDF dibuka stagnan di posisi Rp 6.625 per saham. Saham INDF berada di level tertinggi Rp 6.700 dan terendah Rp 6.575 per saham. Total frekuensi perdagangan 7.370 kali dengan volume perdagangan 140.927 saham. Nilai transaksi Rp 93,3 miliar.

Bursa Saham Asia Pasifik

Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)

Sebelumnya, saham-saham sektor pertahanan di seluruh Asia naik pada Jumat, 9 Januari 2026. Hal itu seiring investor terus memantau ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung, menyusul operasi Amerika Serikat (AS)  yang menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan dorongan baru Presiden Donald Trump untuk mengambil alih Greenland.

Saham Hanwha Aerospace Korea Selatan melonjak lebih dari 11%. Poongsan melonjak lebih dari 6% sementara Korea Aerospace naik 4,9%. Di Jepang, saham Kawasaki Heavy Industries naik 3,17%, sementara IHI bertambah 3,32%.Demikian mengutip CNBC, Jumat pekan ini.

Pasar di kawasan ini diperdagangkan beragam. Indeks CSI 300 China naik tipis 0,45% menjadi 4.758,92 setelah harga konsumen Desember naik 0,8% dari tahun sebelumnya, menurut data dari Biro Statistik Nasional pada Jumat.

Angka tersebut mengikuti kenaikan 0,7% pada November dan sesuai dengan ekspektasi para ekonom dalam jajak pendapat Reuters. Harga di tingkat pabrik turun 1,9% pada bulan Desember dari tahun lalu, lebih baik dari perkiraan penurunan 2%.

 

Indeks Saham Acuan Lainnya

Ilustrasi bursa saham Asia (Foto by AI)

Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,32%. Indeks acuan Nikkei 225 Jepang naik 1,61% dan mengakhiri perdagangan di 51.939,89, sementara Topix naik 0,85% menjadi 3.514,11.

Saham Fast Retailing melonjak lebih dari 7% setelah operator Uniqlo Jepang tersebut mengatakan laba operasi kuartalan melonjak sekitar sepertiga dan menaikkan perkiraan setahun penuhnya.

Perusahaan tersebut menyebutkan penjualan global yang kuat yang membantu mengimbangi dampak tarif AS, menambahkan mereka tetap berada di jalur yang tepat untuk pertumbuhan laba tahun kelima berturut-turut, didukung oleh penjualan yang lebih kuat di Tiongkok dan ekspansi cepat di Amerika Utara dan Eropa.

Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,75% dan mengakhiri perdagangan di 4.586,32, dan Kosdaq (indeks saham berkapitalisasi kecil) naik 0,41% menjadi 947,92.

Indeks S&P/ASX 200 Australia sedikit turun di bawah garis datar menjadi 8.717,8. Saham Rio Tinto merosot lebih dari 6% setelah perusahaan pertambangan itu mengumumkan pada Kamis malam bahwa mereka telah memasuki tahap awal pembicaraan pembelian dengan Glencore.

Penggabungan yang sukses akan menciptakan raksasa pertambangan yang bernilai hampir USD 207 miliar.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya