Rumah Rusak Berat Akibat Longsor di Cisoka Kabupaten Tangerang Banten Bakal Direlokasi

Enam rumah yang rusak parah akibat tanah longsor di Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten bakal direlokasi sementara waktu.

oleh Pramita TristiawatiDiterbitkan 08 Januari 2026, 19:45 WIB
Rumah rusak parah akibat tanah longsor di Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten bakal direlokasi sementara waktu. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Liputan6.com, Jakarta - Enam rumah yang rusak parah akibat tanah longsor di Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten bakal direlokasi sementara waktu. Sebab, keadaan tanah di pinggir sungai tersebut sudah tak layak ditempati, lantaran tanah yang bergeser.

Hal tersebut dikatakan Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid saat meninjau lokasi tanah longsor di sempadan Sungai Cidurian yang berada di Kampung Salapajang, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kamis (8/1/2026).

BACA JUGA: Longsor di Lembah Anai, Batu Besar Tutup Jalur Padang-Bukittinggi

"Di musim penghujan ini, saya bersama Kepala Dinas Bina Marga, Pak Camat, dan Kapolsek datang ke Kampung Salapajang, Desa Carenang, khususnya di lokasi yang berbatasan langsung dengan Sungai Cidurian. Ada enam rumah yang berisiko karena kondisi tanah di sempadan sungai ini tidak stabil," ujar Bupati Maesyal Rasyid, Kamis (8/1/2026).

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi tanah di bantaran sungai yang berisiko longsor dan berpotensi membahayakan keselamatan warga.

Dia menegaskan, saat ini keselamatan warga menjadi prioritas utama penanganan mengingat potensi kenaikan debit air Sungai Cidurian sewaktu-waktu semakin tinggi dan deras alirannya sehingga dapat menggerus tanah di sekitarnya.

"Tidak memungkinkan lagi masyarakat tinggal di sini karena hujan terus turun dan dikhawatirkan debit Sungai Cidurian meningkat sewaktu-waktu dan menggerus tanah tempat tinggal enam kepala keluarga. Kita harus segera mencarikan solusi terbaik," terang Maesyal.

Dia menambahkan, Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Tangerang melalui dinas terkait akan segera melakukan koordinasi lintas sektor dengan Balai Cidanau–Cidurian–Cisadane (C3), aparat keamanan, serta pemerintah wilayah setempat guna mempercepat penanganan dan memastikan keselamatan masyarakat di sekitar sempadan Sungai Cidurian.

 

Penanganan Teknis

Rumah Elit Di Kota Serang, Banten, Longsor. (Rabu, 03/02/2021). (Liputan6.com/Yandhi Deslatama).

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang Iwan Firmansyah menjelaskan, penanganan teknis di kawasan Sungai Cidurian merupakan bagian dari kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau–Cidurian–Cisadane (C3) Kementerian PU

"Untuk penanganan teknis di Sungai Cidurian ini merupakan kewenangan Balai C3. Kami dari Dinas Bina Marga dan SDA Kabupaten Tangerang terus berkoordinasi dan sudah menyampaikan surat kepada Balai beberapa waktu lalu. Saat ini kami masih menunggu langkah-langkah teknis yang akan dilakukan oleh Balai," ucap Iwan.

Pihaknya menambahkan, sembari menunggu tindak lanjut dari Balai, Pemkab Tangerang bersama kecamatan dan desa terus melakukan pemantauan kondisi lapangan serta menyiapkan langkah antisipatif.

"Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah kemungkinan melakukan relokasi bagi warga yang terdampak dan berada di zona paling rawan, tentu dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan kesiapan lahan," jelas Iwan.

 

Terdampak Longsor, 5 Rumah Warga di Kampung Selapajang Kabupaten Tangerang Rusak Berat

5 rumah warga rusak berat akibat terdampak longsor di Kampung Selapajang, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten. (Liputan6.com/Pramita Tristiawati)

Sebelumnya, sebanyak 5 rumah milik warga mengalami rusak berat akibat terdampak longsor di Kampung Selapajang, Desa Carenang, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten pada Rabu 7 Januari 2026. Akibatnya, 28 jiwa pun harus mengungsi lantaran kehilangan tempat tinggal.

"Ada lima rumah rusak berat di bagian belakang rumah dan satu rumah rusak hampir keseluruhan karena pergerakan tanah," ungkap Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, Kamis (8/1/2026).

Taufik juga mengatakan, peristiwa longsor itu terjadi akibat curah hujan tinggi dan tanah yang tidak stabil, sehingga terjadi pergeseran tanah. Untuk penanganan awal, pihaknya pun telah menerjunkan tim ke lokasi bencana untuk melakukan monitoring dan pendataan.

"Hal ini dilakukan guna mengantisipasi adanya peristiwa susulan akibat curah hujan yang kini masih melanda," kata Taufik.

Taufik mengungkapkan, akibat bencana longsor tersebut, warga menderita kerugian mencapai Rp400 jutaan. Pihaknya pun terus memonitor kondisi di lokasi kejadian.

"Sementara saat ini pada korban sudah dievakuasi dan mereka memilih mengungsi ke rumah saudara masing-masing yang tidak jauh dari lokasi," terang dia.

Sementara itu, pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Tangerang juga diterjunkan ke lokasi untuk memberikan bantuan terhadap para korban bencana alam tersebut.

Dalam hal ini, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat yang terdampak. Bantuan diberikan kepada enam kepala keluarga korban longsor.

"Adapun bantuan yang disalurkan berupa sejumlah bahan bangunan serta bahan makanan pokok guna meringankan beban warga yang terdampak dan membantu kebutuhan dasar pascakejadian," jelas Andi.

Infografis Hilangnya 4 Kampung Usai Banjir dan Longsor Aceh. (Liputan6.com/Gotri/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya