Liputan6.com, Jakarta - Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menguat pada perdagangan saham Rabu, (17/12/2025). Kenaikan harga saham BBRI terjadi usai mengumumkan pembagian dividen interim 2025.
Mengutip data RTI, harga saham BBRI ditutup naik 1,63% ke posisi Rp 3.750 per saham. Harga saham BBRI dibuka stagnan di posisi Rp 3.690 per saham. Harga saham BBRI berada di level tertinggi Rp 3.780 dan level terendah Rp 3.680 per saham. Total frekuensi perdagangan 42.431 kali dengan volume perdagangan saham 3.368.884 saham. Nilai transaksi harian Rp 1,3 triliun.
Advertisement
Berdasarkan data Google Finance, selama lima hari terakhir, harga saham BBRI naik 1,9%. Sementara itu, selama sebulan, harga saham BBRI turun 4,8%.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah memerah. Pada Rabu pekan ini, IHSG turun tipis 0,11% ke posisi 8.677,34. Indeks saham LQ45 merosot 0,21% ke posisi 852,57. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.
Pada perdagangan Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 8.729,46 dan level terendah 8.660,74. Sebanyak 379 saham menguat sehingga tahan koreksi IHSG. 284 saham melemah dan 140 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan 2.716.074 kali dengan volume perdagangan 53,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 37,5 triliun.
Sebelumnya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2025 sebesar Rp 20,63 triliun. Dividen interim yang dibagikan BRI sebesar Rp 137 per saham.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk membagikan dividen interim sesuai keputusan direksi yang telah disetujui Dewan Komisaris pada 15 Desember 2025. Perseroan membagikan dividen interim dengan mempertimbangkan data keuangan per 30 September 2025 antara lain laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 40,77 triliun, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar Rp 224,87 triliun, dan total ekuitas sebesar Rp 337,89 triliun.
Jadwal Pembagian Dividen
Jadwal pembagian dividen interim BRI untuk tahun buku 2025 antara lain:
- Tanggal cum dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 29 Desember 2025
- Tanggal ex dividen di pasar regular dan pasar negosiasi pada 30 Desember 2025
- Tanggal cum dividen di pasar tunai pada 2 Januari 2026
- Tanggal ex dividen di pasar tunai pada 5 Januari 2026
- Tanggal daftar pemegang saham (DPS) yang berhak atas dividen tunai pada 2 Januari 2026 waktu 16.00
- Tanggal pembayaran dividen pada 15 Januari 2026
BRI Rebranding Logo Baru, Ingin Ubah Citra di Mata Anak Muda
Sebelumnya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melakukan rebranding dengan memperkenalkan logo baru perseroan. Salah satu tujuannya yakni untuk penyegaran kepada para generasi muda, sehingga BRI tidak identik sebagai perbankan dengan citra yang terkesan tua.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan, mengacu pada studi Kantar, Kadence, Nielsen, emiten berkode saham BBRI ini perlu melakukan corporate rebranding yang tetap relevan dengan perkembangan zaman.
"BRI itu dipercaya dan mudah diakses, tapi terlalu tergantung pada citra kerakyatan. Kemudian muncul persepsi tua di kalangan segmen urban dan anak muda," ujar dia dalam Launching BRI Corporate Rebranding di Menara BRILian, Jakarta, Selasa (16/12/2025).
"Koneksi emosional publik dengan brand masih lemah, kemudian identitas brand belum selaras dengan ekspektasi gen Z," kata Hery.
Dalam pembaharuan ini, BRI mengubah latar belakang warna biru tua di logonya menjadi biru muda. Kemudian logo dan tulisan BRI di sampingnya pun dipasang dengan ukuran font lebih kecil.
Hery mengutarakan, pihaknya ingin menyegarkan brand tersebut untuk membantu mengubah cara pandang masyarakat terhadap BRI agar lebih positif dan tidak termakan zaman.
"Agar dari bank yang hanya untuk melayani masyarakat kecil dan kurang terlayani, mungkin kita ingin juga bisa membantu semua orang di manapun mereka berada," imbuh dia.
Rebranding di Mata Danantara
COO Danantara Donny Oskaria pada kesempatan sama menambahkan, rebranding merupakan bentuk komitmen dari perusahaan pelat merah untuk terus bisa mengikuti perubahan yang ada.
"Sebenernya rebranding itu bukan masalah apa menjadi apa, tetapi bagi saya yang paling penting adalah ada satu pemahaman yang baik dari manajemen, bahwa setiap saat itu kita harus berubah. Bahwa yang namanya perubahan itu adalah satu keharusan," tegasnya.
Menurut dia, perubahan itu disebabkan oleh beberapa hal. Salah satunya adalah untuk menjawab tuntutan daripada pelanggan alias customer. "Perubahan daripada tuntutan ini ada sebabnya juga yang pertama karena kompetitor menawarkan hal yang lebih baik," ungkapnya.