BEI Target Cetak Laba Bersih Rp 300,8 Miliar di 2026

BEI telah memperhitungkan kecukupan belanja investasi pada 2026. Diharapkan dengan belanja ini bisa mendorong pertumbuhan bisnis sehingga mencapai laba bersih yang ditargetkan.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiterbitkan 29 Oktober 2025, 20:20 WIB
Peserta memantau monitor bursa saham pasar modal di Bursa Efek Jakarta, Selasa (17/11). Hal ini sejalan dengan salah satu inisiatif pemerintah melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni menambah jumlah investor pasar modal. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) target laba bersih senilai Rp 300,81 miliar di 2026. Naik 18,02 persen dari Rp 254,9 miliar pada Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2025 revisi.

Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, jumlah pendapatan BEI pada 2026 diproyeksikan naik sebesar 9,54 persen menjadi Rp 1,94 triliun dari RKAT 2025 revisi sebesar Rp 1,77 triliun.

"Dari sisi laba sebelum pajak naik 16,3 persen ke Rp 379 miliar. Dengan proyeksi laba bersih di 2026 naik 18 persen menjadi Rp 300,8 miliar," ujar Iman dalam sesi konferensi pers RUPSLB BEI 2025, Rabu (29/10/2025).

Terhadap seluruh proyeksi keuangan tersebut, dia menambahkan, cost to income ratio BEI adalah 80,5 persen atau sedikit lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata sejak 2015.

BEI juga telah memperhitungkan kecukupan belanja investasi pada 2026. Tercermin dari total kas, setara kas, dan aset keuangan lainnya yang masih terjaga di atas Rp 3,41 triliun atau naik 8,62 persen dari RKAT 2025 revisi.

"Sehingga total aset kita meningkat hampir 5 persen ke Rp 7,5 triliun. Dan ekuitas naik sejalan 4,5 persen ke Rp 6,41 triliun, dengan cash meningkat 8 persen menjadi Rp 3,4 triliun," imbuh Iman.

 

Target Rata-rata Transaksi Harian Rp 14,5 Triliun

Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Karena hal tersebut, Jokowi memberi apresiasi kepada seluruh pelaku industri maupun otoritas pasar modal. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Adapun Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2026 target meraup rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) sebesar Rp 14,5 triliun dalam 239 hari di tahun depan.

Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, RNTH saat ini sebenarnya sudah mencapai Rp 16,46 triliun. Naik 28 persen dari data per Desember 2024 lalu sebesar Rp 12,85 triliun.

Hanya saja, BEI masih melihat rata-rata nilai transaksi harian dalam 3 bulan terakhir. Sehingga RNTH untuk tahun depan dipatok di angka konservatif Rp 14,5 triliun, naik dari target tahun sebelumnya di Rp 13,25 triliun.

"Asumsi utama yang kita lakukan untuk tahun 2026 adalah target kita untuk RNTH Rp 14,5 triliun per hari. Kita ketahui bahwa memang sampai dengan 24 Oktober (2025), RNTH kita Rp 16,5 (triliun). Namun dari hasil forecast modeling, kita melihat bahwa peningkatan signifikan transaksi harian ini baru terjadi 3 bulan terakhir," jelasnya pada kesempatan sama.

 

IHSG Tembus Rekor

Pekerja bercengkerama di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). IHSG ditutup naik 3,34 poin atau 0,05 persen ke 5.841,46. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Hingga 24 Oktober 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 8.271,722, atau meningkat sebesar 16,83 persen dari posisi 7.079,905 pada akhir tahun 2024 yang lalu.

Nilai kapitalisasi pasar pada 24 Oktober 2025 tercatat Rp 15.234 triliun atau naik sebesar 23 persen dibandingkan posisi pada akhir tahun 2024 yang lalu sebesar Rp 12.336 triliun.

IHSG pun mencapai rekor tertingginya, yaitu pada level 8.274,375 saat 23 Oktober 2025. Kapitalisasi pasar juga turut memecahkan rekor titik tertingginya pada 10 Oktober 2025 yang lalu, yakni sebesar Rp 15.559 triliun.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya