4 Hal Ini Bantu Orang Sukses Meraih Tujuannya

Profesor di University of Pennsylvania, Angela Duckworth menilai seseorang dari empat kualitas ini.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 27 Oktober 2025, 06:00 WIB
Ilustrasi orang percaya diri, cerdas, sukses, tersenyum. (Photo by ThisisEngineering RAEng on Unsplash)

Liputan6.com, Jakarta - Psikolog dan professor di University of Pennsylvania, Angela Duckworth menuturkan, orang-orang yang konsisten mencapai tujuannya memiliki beberapa kesamaan utama.

Mengutip CNBC, Senin (27/10/2025), Psikolof Angela Duckworth telah menghabiskan lebih dari 15 tahun mempelajari konsep “grit”. Hal ini yang mendorong seseorang untuk tetap berdedikasi dan akhirnya mencapai tujuan panjangnya.

“Banyak orang dengan tingkat grit ini memiliki empat kualitas ini,” kata dia dalam episode the Mell Robbins Podcast.

Angela menilai seseorang yang memiliki empat kualitas itu antara lain:

  • Mereka mengejar proyek yang benar-benar mereka minati
  • Mereka melatih keterampilan yang dibutuhkan untuk proyek itu dengan tekun
  • Mereka memiliki tujuan yang kuat, artinya mereka merasa seperti membantu orang lain, bukan hanya diri mereka sendiri
  • Mereka sungguh-sungguh berharap upaya mereka akan membantunya berkembang pada masa depan

"Ketika Anda melihat orang-orang yang hebat dengan apa yang mereka lakukan, pikiran mereka tertuju pada subjek ini dan ingin tetap di sana. Saya tidak percaya Anda dapat menumbuhkan gairah tanpa benih minat,” kata Duckworth.

Jika Anda tidak tahu persis apa yang Anda sukai atau minati, perhatikan ketika orang-orang di sekitar Anda mengatakan hal-hal seperti, "Ngomong-ngomong, kamu menghabiskan banyak waktu memikirkan X, Y, dan Z," kata Duckworth.

Ia menyarankan, mungkin tidak menyadari apa yang Anda minati sampai benar-benar mencoba sesuatu yang baru, jadi lakukanlah.

"Jangan dipikirkan, lakukan saja. Berhentilah menulis di jurnal Anda. Berhentilah bertanya pada diri sendiri," kata Duckworth.

"Keluarlah dan lakukan sesuatu. Minat itu seperti makanan. Anda harus mencicipinya untuk tahu apakah Anda menyukainya atau tidak."

 

 

Ajukan Pertanyaan

Tak hanya soal IQ dan prestasi akademik—kecerdasan emosional (EQ) juga terbukti jadi kunci sukses di dunia kerja! Yuk, Sahabat Fimela, kita temukan manfaat utama EQ dalam membangun karier yang cemerlang, lengkap dengan langkah praktis untuk mengasah keterampilan emosionalmu mulai hari ini. (Foto dok: Freepik/katemangostar).

Duckworth juga menyoroti perbedaan antara latihan berkualitas rendah dan dedikasi yang nyata untuk meningkatkan diri. Ia memakai diri sendiri sebagai contoh. Sebagai seorang pelari yang rajin, Duckworth rutin berlari, dan bertanya-tanya mengapa ia tidak berkembang sebanyak yang diharapkan.

Menanggapi hal tersebut, mendiang mentornya, Psikolog Anders Ericsson, mengajukan beberapa pertanyaan yang mencerahkan, ia berkata: Apakah ia memiliki tujuan tertentu? Apakah ia berlatih dengan usaha dan konsentrasi penuh? Apakah dia mencari masukan tentang area yang perlu ditingkatkan?

"Tidak pernah," kata Duckworth. "Saya melakukan praktik yang buruk."

Ketiga, tujuan, adalah sifat yang sering dipelajari, dan merasa memiliki tanggung jawab terhadap orang lain dapat membantu Anda tetap bertanggung jawab saat mencoba mencapai tujuan jangka panjang, catat Robbins.

Berhati-hatilah: Terlalu berfokus pada tujuan besar Anda dapat membuat Anda meremehkan jalur atau proses yang ditempuh untuk mencapainya, tulis penulis dan dokter Jordan Grumet untuk CNBC Make It pada April.

 

 

Fokus pada Pencapaian Tujuan

Ilustrasi karyawan, bekerja, rapat, suasana kantor. (Foto By AI)

Fokus pada proses pencapaian tujuan Anda, alih-alih hasilnya, dapat membantu menjalani hidup yang lebih memuaskan.

"Tidak seperti tujuan besar yang berani yang membutuhkan waktu bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun untuk dicapai, jenis tujuan yang lebih kecil dan lebih personal adalah proyek berkelanjutan yang menyenangkan terlepas dari hasilnya,” ujar Grumet.

“Jika Anda bergumul dengan rasa putus asa, Anda dapat mencoba taktik yang digunakan Duckworth sendiri,” kata dia.

"Saya mengeluarkan pena dan menyusun daftar tugas yang sangat sederhana, seperti 'Buka [sebuah] Google Doc.' Lalu saya membuka Google Doc dan mencentangnya. Kemenangan kecil," kata Duckworth. "Jika Anda menguraikan hal-hal yang membuat Anda putus asa, Anda seharusnya berpikir, 'Terlalu besar.' Bukan berarti itu mustahil."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya