Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020-2024, Sandiaga Uno, menegaskan pentingnya sinergi antara kreativitas dan kewirausahaan dalam memperkuat ekonomi nasional.
Hal itu dia sampaikan saat menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Alumni (IKA) Magister Manajemen Universitas Ciputra (UC) Surabaya periode 2025–2028, Kamis (23/10/2025).
Advertisement
Dalam kesempatan tersebut, Sandiaga memuji semangat kolaboratif yang tumbuh di lingkungan Universitas Ciputra, baik dari mahasiswa, dosen, hingga para alumninya.
“Entrepreneur sejati bukan hanya soal mencari profit, tapi bagaimana mampu menyelesaikan masalah sosial di sekitarnya,” kata Sandiaga.
“Sinergi antara kreativitas dan kewirausahaan adalah kunci kemajuan ekonomi daerah. Alumni harus menjadi lokomotif yang mendorong perubahan dan membuka lapangan kerja baru,” ucapnya.
Kehadiran Sandiaga dan pelantikan pengurus IKA MM UC ini menjadi momentum untuk memperkuat jejaring alumni Universitas Ciputra sebagai penggerak ekonomi kreatif dan inovasi sosial yang berdampak luas, dimulai dari lingkungan kampus hingga ke tingkat nasional.
Malik Atmadja Jadi Ketua IKA Magister Manajemen UC Surabaya
Universitas Ciputra (UC) Surabaya resmi melantik kepengurusan baru Ikatan Alumni (IKA) Magister Manajemen periode 2025–2028. Malik Atmadja terpilih sebagai ketua dan menegaskan komitmennya untuk membawa organisasi alumni ini ke arah yang lebih nyata, kolaboratif, dan berdampak.
Dalam sambutannya, Malik menekankan bahwa organisasi alumni harus menjadi bagian penting dalam menguatkan ekosistem kewirausahaan dan semangat kebersamaan di lingkungan kampus.
“Organisasi di universitas ikut berperan untuk bisa mempengaruhi mahasiswa maupun alumni untuk bisa mengibarkan panji-panji organisasi yang ada di Universitas Ciputra,” ujar Malik, Kamis (23/10/25).
Ia menjelaskan bahwa arah program kerja IKA MM UC akan difokuskan pada kegiatan yang realistis, terukur, dan memiliki dampak langsung bagi mahasiswa, alumni, serta masyarakat luas.
“Tidak muluk-muluk, kita ingin yang bekerja nyata dan realistis. Daripada program kerja besar tapi tidak terlaksana, lebih baik kecil-kecil tapi banyak, yang penting impactful. Dampaknya kami fokuskan dulu untuk internal (mahasiswa, alumni, dan dosen) baru kemudian ke masyarakat, bangsa, dan negara,” lanjutnya.
Malik menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk menjaga konsistensi dalam pelaksanaan program. Ia menargetkan IKA MM UC dapat menjadi wadah yang aktif, dinamis, dan mampu menginspirasi mahasiswa maupun alumni.
“Kami tidak muluk-muluk bisa berimpact untuk se-Indonesia. Dimulai dari kampus tercinta, lalu Kota Surabaya, Jawa Timur, baru melebar ke Indonesia. Kami akan membuat program atau kegiatan yang bisa menginspirasi mahasiswa. Karena pada akhirnya, ketika lulus nanti, yang dicari pertama adalah networking,” tutup Malik.