Rupiah Melesat terhadap Dolar AS Hari Ini 20 Oktober 2025, Sentuh Level Segini

Sentimen internal dan eksternal membayangu penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Senin, (20/10/2025).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 20 Oktober 2025, 20:28 WIB
Petugas menghitung uang rupiah di penukaran uang di Jakarta, Senin (9/11/2020). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak menguat pada perdagangan di awal pekan ini Salah satu sentimen pendorong penguatan rupiah kali ini adalah kemenangan Joe Biden atas Donald Trump. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (20/10/2025). Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS itu didukung pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai perundingan dengan China.

Mengutip Antara, pada penutupan perdagangan Sore ini, nilai tukar rupiah menguat 15 poin atau 0,09% menjadi 16.575 per dolar AS dari sebelumnya 16.590.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia pada Senin, 20 Oktober 2025 juga melesat ke level 16.585 per dolar AS dari sebelumnya 16.590 per dolar AS.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuabi menuturkan, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dipengaruhi pernyataan Presiden AS Donald Trump kalau perundingan mendatang dengan China tetap berjalan sesuai rencana.

“Trump menyuarakan keraguannya atas perang dagang yang berkepanjangan dengan China. Trump mengatakan ia memandang tarif tinggi terhadap China sebagai tidak berkelanjutan,” kata dia seperti dikutip dari Antara, Senin pekan ini.

Adapun Presiden AS Donald Trump disebut akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping dalam dua pekan ke depan.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga mengatakan perundingan dengan pejabat China dijadwalkan pekan ini.

Mengutip Anadolu, dilaporkan Trump menuturkan, China membayar jumlah uang yang sangat besar agar tarif AS dapat menjadi lebih rendah, dan mengisyaratkan kemungkinan penurunan tarif tersebut jika Bejing membuat konsesi baru saat Trump berkunjung ke Asia.

Sentimen lain terhadap kurs rupiah berasal dari sikap pasar jelang hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan pada 22 Oktober 2025.

"Konsensus memperkirakan bank sentral akan menurunkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,5 persen," ujar Ibrahim.

Pembukaan Rupiah Hari Ini 20 Oktober 2025

Karyawan menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Sebelumnya, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat tipis pada perdagangan di awal pekan ini. Penguatan rupiah ini dipengaruhi sentimen eskternal yaitu kekhawatiran pasar terhadap sektor perbankan AS.

Pada Senin (20/10/2025), nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta menguat sebesar 17 poin atau 0,10 persen menjadi Rp 16.573 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.590 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi kekhawatiran pasar terhadap sektor perbankan Amerika Serikat (AS) membaik.

“Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar seiring membaiknya sentimen pasar dengan meredanya kekhawatiran di sektor perbankan AS,” ujarnya dikutip dari Antara.

Permasalahan sektor perbankan AS yang dimaksud adalah kebangkrutan dari First Brands Group dan Tricolor Holdings yang menyeret nama-nama korporasi bank besar seperti JP Morgan, Bank of America, dan Jefferies.

 

Standar Pinjaman yang Longgar

Pegawai menunjukkan mata uang rupiah di salah satu gerai penukaran mata uang di Jakarta, Kamis (5/1/2023). Nilai tukar rupiah ditutup di level Rp15.616 per dolar AS pada Kamis (5/1) sore ini. Mata uang Garuda melemah 34 poin atau minus 0,22 persen dari perdagangan sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

First Brands merupakan perusahaan pemasok suku cadang otomotif global, sedangkan Tricolor Holding bergerak di bidang pembiayaan mobil bekas berbasis teknologi finansial dan Artificial Intellingence (AI).

Kebangkrutan dua perusahaan yang terkait industri otomotif tersebut memicu kekhawatiran akan standar pinjaman nan longgar, terutama di pasar kredit swasta yang tak transparan.

 

Pemangkasan Suku Bunga BI

Namun, potensi penguatan kurs rupiah diperkirakan terbatas mengingat investor mengantisipasi pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI) pada pekan ini.

“BI diperkirakan akan memangkas suku bunga dalam usaha mendukung dan sejalan dengan program stimulus ekonomi pemerintah,” ucap Lukman.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, nilai tukar rupiah diprediksi berkisar Rp 16.500-Rp 16.650 per dolar AS.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya