Kapolda Metro ke Polisi Jaga Demo di DPR: Gas Air Mata Hanya Boleh Atas Perintah Saya, Jangan Main Tembak

Sebanyak 9.498 personel gabungan dikerahkan untuk mengawal demo memperingati Hari Tani ke-65 di kawasan DPR/MPR Jakarta Pusat pada Rabu (24/9/2025). Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Suheri melarang anggotanya bertindak sendiri tanpa komando.

oleh Ady AnugrahadiDiperbarui 24 September 2025, 10:33 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Suheri

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 9.498 personel gabungan dikerahkan untuk mengawal demo memperingati Hari Tani ke-65 di kawasan DPR/MPR Jakarta Pusat pada Rabu (24/9/2025). Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Suheri melarang anggotanya bertindak sendiri tanpa komando. Salah satu larangannya adalah membawa senjata api.

"Laksanakan pemeriksaan kelengkapan Alut dan Alsus anggota. Ya untuk para padal laksanakan pemeriksaan kepada para pasukannya dilakukan dengan ketat, ya. Divideokan, dokumentasikan oleh provos, terutama para danton, maupun anggota reskrim, tidak ada yang menggunakan senjata api. Saya ulangi, tidak ada yang menggunakan senjata api. Jelas, ya? Jelas," kata Irjen Asep saat memimpin langsung apel gelar pasukan di Gedung DPR/MPR

Asep menyampaikan penggunaan gas air mata juga hanya diperbolehkan sesuai SOP dan atas izin langsung Kapolda. Dia menegaskan, semua tindakan di lapangan harus dikomunikasikan melalui rantai komando, mulai dari padal, danton, hingga perwira menengah.

"Pergerakan Pasukan PHH mau penggunaan gas air mata hanya boleh dilakukan atas perintah saya, perintah Kapolda. Tidak ada lagi main tembak-tembak sendiri," ucap dia.

Tindakan Wajib Koordinasi

Irjen Asep mengingatkan disiplin satu komando adalah kunci untuk menjaga ketertiban dan menghindari insiden yang tidak diinginkan. Personel juga diwajibkan melaporkan setiap perkembangan secara cepat agar situasi tetap terkendali.

"Semua tindakan di lapangan harus satu komando. Tidak boleh ada inisiatif sendiri tanpa instruksi dari pimpinannya. Para padal hingga pamen wajib memastikan rantai komando berjalan dan jangan sampai terjadi miskomunikasi," ujar dia.

Penegasan Kapolda

Lebih lanjut, Irjen Asep juga mengingatkan perwira pengendali untuk mengedepankan langkah persuasif. Saat menhadapi massa, polisi tidak boleh bersikap agresif dan tetap menjaga posisi bertahan dengan mengedepankan cara humanis serta memberikan ruang bicara kepada perwakilan massa agar situasi dapat diatur dan dikelola dengan baik.

"Para padal harus mendepankan tindakan persuasif. Tidak ada penggunaan senjata api dalam bentuk apapun. Ini dua kali saya sampaikan. Tidak ada penggunaan senjata api dalam bentuk apapun," ujar dia.

"Pegang teguh prinsip jaga Jakarta khususnya terkait perlindungan kita terhadap masyarakat. Keselamatan warga adalah prioritas utama baik peserta aksi maupun masyarakat sekitar termasuk para personil yang bertugas," tegas Asep.

Layani Massa Sampai Tuntas

Massa akan datang untuk demo berasal dari berbagai daerah seperti Jawa Barat, Banten, Lampung, dan Riau. Dia menekankan kesepamatan dan keamanan mereka menjadi prioritas utama.

"Jadi kita layani dengan sebaik-baiknya sampai kegiatan mereka tuntas," ujar dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya