Liputan6.com, Jakarta Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan konektivitas transportasi memiliki peran penting di Tanah Air. Transportasi menurutnya bukan soal jumlah banyaknya infrastruktur yang dibangun.
Lebih dari itu, kata Dudy, keberhasilan transportasi bisa dilihat dari akses yang dibuka dari infrastruktur yang telah dibangun sebelumnya.
Advertisement
"Karena keberhasilan transportasi tidak hanya diukur dari jumlah infrastruktur yang kita bangun, tetapi dari sejauh mana transportasi mampu memberikan akses yang adil, merata, dan berdaya guna bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Dudy, mengutip keterangan resmi, Senin (22/9/2025).
Dudy menjelaskan, transportasi yang aman, efisien, dan inklusif diyakini akan memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan pusat ekonomi baru. Tak cuma itu, langkah ini juga bisa mengurangi kesenjangan antara kota besar dengan daerah terpencil maupun kepulauan.
“Transportasi bukan hanya urusan mobilitas, melainkan juga instrumen keadilan sosial yang akan menentukan akses masyarakat terhadap pendidikan, kesehatan, pangan, dan kesempatan ekonomi,” ucap Dudy.
“Kementerian Perhubungan memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa seluruh matra transportasi (darat, laut, udara, dan perkeretaapian) berkontribusi nyata bagi terciptanya keadilan sosial,” sambungnya.
Indonesia Punya 36 Bandara Internasional
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan penetapan 36 bandara internasional di Indonesia membawa sejumlah manfaat strategis. Mulai dari penguatan perdagangan hingga pemanfaatkan potensi pariwisata nasional.
Diketahui, penetapan 36 bandara internasional RI tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 37 Tahun 2025. Sebagian besar bandara yang ditetapkan berstatus internasional bisa melayani penerbangan dari dan ke luar negeri berjadwal.
"Dengan status internasional, bandara di berbagai daerah akan menjadi simpul perdagangan, pariwisata, dan investasi, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal maupun nasional," kata Menhub Dudy dalam keterangan resmi, Selasa (19/8/2025).
Manfaat
Ada sejumlah manfaat dari penetapan ini. Pertama, penguatan konektivitas global, bandara internasional membuka akses langsung penerbangan dari dan ke luar negeri, mempermudah pergerakan orang dan barang, serta menghubungkan daerah dengan pusat pertumbuhan dunia.
Kedua, bandara internasional akan meningkatkan perekonomian daerah dengan berkembangnya sejumlah simpul dan aspek ekonomindi kawasan tersebut. Ketiga, bandara internasional menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara, khususnya ke destinasi prioritas yang tengah dikembangkan pemerintah.
Keempat, pemerataan pembangunan akan lebih maksimal. Bandara ini akan memastikan pembangunan tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, melainkan juga menjangkau Pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, hingga Papua. "Bandara internasional juga berfungsi strategis dalam mendukung pertahanan negara serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai tantangan geopolitik dan bencana," kata Menhub Dudy.