Gempa Bekasi Magnitudo 4,9: KRL Jabodetabek Terganggu Hingga Berhenti Sementara

Gempa terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya, Pukul 19.57 WIB, Rabu (20/8/2025). Penumpang KRL Jabodetabek terdampak karena kereta terpaksa dihentikan sementara.

oleh Tim NewsDiperbarui 20 Agustus 2025, 20:31 WIB
Perjalanan KRL di Stasiun Tanah Abang terganggu akibat gempa bekasi. (Liputan6.com/Aditya Eka Prawira)

Liputan6.com, Jakarta Gempa berkekuatan 4,9 Magnitudo mengguncang Ibu kota Jakarta. Pusat gempa dikabarkan berada 10 kilometer dari Bekasi, Jawa Barat. Guncangan gempa membuat perjalanan KRL Jabodetabek terhambat.

Aditya Eka Prawira, salah satu penumpang KRL menuturkan, kereta di Stasiun Tanah Abang tidak bisa diberangkatkan saat terjadi gempa. 

“Tadi pengumuman di speaker Mohon Maaf sehubungan dengan adanya gempa bumi dengan skala 4,9,” ujar Adit kepada Liputan6.com, Rabu (20/8/2025).

 

Penumpang KRL terganggu saat terjadi gempa. (Liputan6.com/Benedikta)

KRL Berhenti di Tengah Perjalanan

Penumpang KRL lainnya yakni Benedikta Desideria menuturkan, KRL yang ditumpanginya terpaksa berhenti di tengah perjalanan. KRL rute Tanah Abang - Tiga rksa tertahan di jalur Stasiun Pondok Ranji.

“Ini kereta lagi berhenti di Stasiun Pondok Ranji menunggu sinyal berangkat efek gempa. Begitu kata pengumuman masini di kereta,” jelas Benedikta.

"Mohon maaf kereta masih berhenti menunggu jalur aman usai terjadi gempa. Mohon maaf atas ketidaknyamanan” kata Benedikta menirukan pernyataan dari masinis.

Penumpang Resah dan Turun

Benedikta menuturkan, sebagian penumpang mulai resah. Ada yang terpaksa memilih turun di Stasiun Pondok Ranji. 

“Sebagian ada yang mulai taruh tas ke rak, ada yang pilih turun karena menunggu kereta tidak jalan gara-gara jalur masih dicek,” katanya.

 

 

Antisipasi Gempa Bumi

Ini yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan sesudah gempa bumi.

 

Sebelum Gempa:

•  Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempabumi.

 

•  Kenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat. Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung.

 

•  Belajar melakukan P3K dan alat pemadam kebakaran.

 

•  Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempabumi.

 

•  Atur perabotan agar menempel kuat pada dinding untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempabumi.

 

•  Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi

 

•  Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.

 

•  Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.

 

•  Siapkan alat yang harus ada di setiap tempat: Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air.

 

Saat Terjadi Gempa Bumi:

•  Jika Anda berada dalam bangunan: lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja, cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan, lari ke luar apabila masih dapat dilakukan.

 

•  Jika berada di luar bangunan atau area terbuka: Menghindar dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon. Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.

 

•  Jika Anda sedang mengendarai mobil: keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.

 

•  Jika Anda tinggal atau berada di pantai: jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.

 

•  Jika Anda tinggal di daerah pegunungan: apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

 

Setelah Terjadi Gempa Bumi:

•  Jika Anda berada di dalam bangunan: keluar dari bangunan tersebut dengan tertib; jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa;periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K; telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.

 

•  Periksa lingkungan sekitar Anda: apabila terjadi kebakaran, apabila terjadi kebocoran gas, apabila terjadi hubungan arus pendek listrik. Periksa aliran dan pipa air, periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan.

 

•  Jangan memasuki bangunan yang sudah terkena gempa,karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.

 

•  Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.

 

•  Dengarkan informasi mengenai gempabumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan). Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.

 

•  Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.

 

•  Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan demi keamanan dan keselamatan kita semuanya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya