7 Perusahaan Proses IPO di BEI, Mayoritas Beraset Jumbo

BEI menyampaikan telah tercatat 22 perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dana dihimpun Rp 10,39 triliun.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 09 Agustus 2025, 06:00 WIB
Pekerja tengah melintas di bawah layar Indeks harga saham gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Selasa (16/5/2023). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat tujuh perusahaan dalam proses pencatatan saham perdana di BEI.

“Hingga 8 Agustus 2025 telah tercatat 22 perusahaan yang mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dana dihimpun Rp 10,39 triliun,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna, ditulis Sabtu (9/8/2025).

Merujuk POJK Nomor 53/POJK.04/2017, dari tujuh perusahaan yang sedang proses untuk menawarkan saham perdana atau initial public offering (IPO), empat perusahaan beraset skala menengah (aset di antara Rp 50 miliar-Rp 250 miliar). Disusul tiga perusahaan beraset besar (aset di atas Rp 250 miliar). Sedangkan pada periode ini belum ada perusahaan aset skala kecil (aset di bawah Rp 50 miliar).

Sedangkan berdasarkan sektor, berikut rinciannya:

  • 2 perusahaan dari sektor basic materials
  • 0 perusahaan dari sektor consumer siklikal
  • 0 perusahaan dari sektor consumer nonsiklikal
  • 0 perusahaan dari sektor energi
  • 1 perusahaan dari sektor keuangan
  • 0 perusahaan dari sektor perawatan kesehatan
  • 2 perusahaan dari sektor industri
  • 0 perusahaan dari sektor infrastruktur
  • 0 perusahaan dari sektor properti dan real estate
  • 1 perusahaan dari sektor teknologi
  • 1 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik

Penerbitan Surat Utang

Aktivitas pekerja di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Selain itu, BEI juga mencatat 116 emisi telah diterbitkan dari 65 penerbit efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) dengan dana dihimpun Rp 132,2 triliun.

“Hingga 8 Agustus 2025 terdapat 9 emisi dari 7 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline,” ujar Nyoman.

Berikut rincian sektornya:

  • 1 perusahaan dari sektor basic materials
  • 0 perusahaan dari sektor consumer siklikal
  • 0 perusahaan dari sektor consumer nonsiklikal
  • 2 perusahaan dari sektor energi
  • 3 perusahaan dari sektor keuangan
  • 0 perusahaan dari sektor perawatan kesehatan
  • 0 perusahaan dari sektor industri
  • 0 perusahaan dari sektor infrastruktur
  • 1 perusahaan dari sektor properti dan real estate
  • 0 perusahaan dari sektor teknologi
  • 0 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik

Rights Issue

Karyawan melihat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (22/1/2021). Indeks acuan bursa nasional tersebut turun 96 poin atau 1,5 persen ke 6.317,864. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Tak hanya itu, 10 perusahaan tercatat telah terbitkan rights issue hingga 8 Agustus 2025. Nilai rights issue Rp 16,62 tirliun.

“Serta masih terdapat empat perusahaan tercatat dalam pipeline rights issue BEI,” kata Nyoman.

Berikut rincian sektornya:

  • 2 perusahaan dari sektor basic materials
  • 0 perusahaan dari sektor consumer siklikal
  • 0 perusahaan dari sektor consumer nonsiklikal
  • 0 perusahaan dari sektor energi
  • 0 perusahaan dari sektor keuangan
  • 1 perusahaan dari sektor perawatan kesehatan
  • 0 perusahaan dari sektor industri
  • 0 perusahaan dari sektor infrastruktur
  • 0 perusahaan dari sektor properti dan real estate
  • 0 perusahaan dari sektor teknologi
  • 1 perusahaan dari sektor transportasi dan logistik
Infografis Efek Donald Trump Menang Pilpres AS ke Perekonomian Global. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya