Liputan6.com, Jakarta Tas milik Arya Daru Pangayunan alias ADP, Diplomat Muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang tewas misterius di kamar kosnya berisi obat-obatan. Hal itu diungkap Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Polda Metro Jaya, AKBP Reonald Simanjuntak saat dikonfirmasi awak media.
"(Isi tas) ada beberapa obat-obatan ya, yang korban bawa," kata Reonald saat dikonfirmasi wartawan, seperti dikutip Senin, (28/7/2025).
Advertisement
Selain obat-obatan, Reonald menambahkan, ada juga rekam medis yang bersangkutan pada Juni 2025 dari salah satu rumah sakit di Jakarta.
"Ada ditemukan surat rawat jalan beliau dari salah satu rumah sakit umum di Jakarta, tanggalnya saya lupa, tapi di catatan bulan Juni 2025," jelas dia.
Saat ditanya soal jenis obat dan hasil rekam medis, Reonald menegaskan informasi tersebut adalah ranah privasi dari yang bersangkutan.
"Enggak bisa saya kasih tahu ya, karena itu masuk ke privasi," kata Reonald.
Penemuan Tas Arya Daru
Polda Metro Jaya mengungkap lokasi penemuan tas diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang tewas dengan kepala terlilit lakban, Arya Daru Pangayunan (39). Tas tersebut sempat dikabarkan hilang.
Reonald mengatakan, tas itu ditemukan di dekat tangga darurat lantai 12 gedung Kemlu. "Ditemukan lah tas itu di lantai 12 di samping tangga darurat," ungkap Reonald.
Dalam rekaman CCTV yang beredar, Arya Daru sempat membawa tas tersebut ke rooftop gedung Kemenlu. Namun saat turun dari rooftop, Arya Daru tampak tak membawa tas.
Reonald mengatakan, akses menuju rooftop Gedung Kemlu harus menggunakan tangga darurat dari lantai 12. Sementara akses dari lantai dasar menuju lantai 12 bisa menggunakan lift.
"Liftnya itu sampai lantai 12, terus pakai tangga darurat (ke rooftop), ada tangga darurat ke rooftop itu," kata dia.