Alasan Dana Kekayaan Negara Beli Emas

Tak hanya bank sentral global, dana kekayaan negara atau sovereign wealth funs (SWF) juga aktif beli emas.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 24 Juli 2025, 19:15 WIB
Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta - Emas kembali menjadi sorotan utama dalam strategi keuangan global, tidak hanya bagi bank sentral tetapi juga bagi dana kekayaan negara atau sovereign wealth funds (SWF).

Kedua entitas ini secara agresif meningkatkan kepemilikan emas mereka sebagai upaya untuk melindungi risiko dan mempertahankan nilai aset di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global yang terus bergejolak.

Tren pembelian emas ini menunjukkan pergeseran signifikan dalam manajemen cadangan global. Bank sentral dan SWF memandang emas sebagai aset vital yang mampu memberikan stabilitas di tengah fluktuasi pasar dan tekanan inflasi yang meningkat.

Laporan terbaru mengindikasikan volume akuisisi emas oleh lembaga-lembaga ini terus meningkat, menegaskan peran strategis logam mulia sebagai penyimpan nilai yang andal. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap berbagai tantangan ekonomi dan geopolitik, termasuk kekhawatiran de-dolarisasi dan kebutuhan akan diversifikasi portofolio investasi.

Adapun Dana Kekayaan Negara atau Sovereign Wealth Funds (SWF) juga aktif membeli emas. Salah satunya dana minyak Negara Republik Azerbaijan (SOFAZ) atau the State Oil Fund of the Republic of Azerbaijan.

Langkah SWF membeli emas ini untuk melindungi risiko dan mempertahankan nilai. Analis Senior EME di World Gold Council Krishan Gopaul menuturkan, SOFAZ membeli 16 ton emas pada kuartal II 2025.

"Ini meningkatkan total pembelian bersih semester pertama menjadi 35 ton dan total kepemilikan emas menjadi 181 ton (hampir 29% dari total portofolionya,” seperti dikutip dari laman Kitco.

Aksi beli oleh SOFAZ ini melampaui transaksi bank sentral sepanjang 2025.  Polandia yang disebut membeli lebih besar emas pada semester I 2025 dibandingkan SOFAZ. Tercatat Polandia meningkatkan cadangan resmi sebesar 67,2 ton hingga Mei 2025.

Berikut aksi beli emas oleh bank sentral sepanjang semester I 2025, mengutip dari Kitco:

  • Bank Sentral China catat aksi beli 16,9 ton emas hingga Mei 2025
  • Bank Sentral Turki catat aksi beli 14,9 ton emas
  • Kazakhstan catat aksi beli 14,7 ton emas
  • Bank Sentral Republik Ceko catat aksi beli 9,2 ton emas
  • Bank Sentral India catat aksi beli 3,42 ton emas

Pembelian Emas oleh Bank Sentral Global

Ilustrasi harga emas dunia (Foto By AI)

 

Alasan utama di balik pembelian emas ini beragam, mencakup kebutuhan akan penyimpan nilai yang stabil dan lindung nilai terhadap inflasi.

Emas dianggap mampu melawan inflasi, terutama saat nilai mata uang dapat dipengaruhi oleh fluktuasi pasar atau perubahan kebijakan moneter yang cepat. Selain itu, bank sentral menggunakan emas untuk mendiversifikasi cadangan devisa mereka, mengurangi ketergantungan pada mata uang tertentu seperti dolar AS.

Emas juga berfungsi sebagai aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik, memberikan jaminan saat terjadi krisis atau gejolak pasar. Beberapa bank sentral, seperti Bank Sentral China (PBoC), membeli emas sebagai bagian dari upaya de-dolarisasi, bertujuan untuk mendiversifikasi dari dolar AS dan memperkuat kredibilitas mata uang mereka sendiri di panggung global.

Dampak Pembelian Emas

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Pembelian emas yang konsisten dan dalam jumlah besar oleh bank sentral dan SWF memiliki dampak signifikan terhadap harga emas global. Permintaan yang kuat dari sektor resmi ini bertindak sebagai dasar yang kuat di bawah harga emas, memperkuat daya tarik strategis logam mulia di tengah ketidakpastian ekonomi makro yang terus berlanjut. Analis pasar secara luas melihat pembelian berkelanjutan oleh bank sentral sebagai pilar struktural yang mendukung harga emas.

Akuisisi emas yang agresif oleh bank sentral telah memainkan peran utama dalam mendukung rekor reli harga emas, di samping faktor-faktor lain seperti pelonggaran kebijakan moneter dan ketegangan geopolitik. World Gold Council (WGC) bahkan memprediksi bahwa permintaan emas global pada 2024 akan mencapai rekor tertinggi baru, terutama didorong oleh pembelian kuat dari bank sentral di berbagai negara.

Tren pembelian emas yang agresif oleh bank sentral dan dana kekayaan negara mencerminkan pergeseran strategis dalam manajemen cadangan global. Didorong oleh kekhawatiran akan inflasi, ketidakpastian geopolitik, dan kebutuhan diversifikasi, emas semakin diakui sebagai aset penting untuk menjaga stabilitas dan nilai kekayaan negara. Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut, memberikan dukungan signifikan bagi harga emas di pasar global.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya