Prabowo Minta Warga Lapor Jika Lihat Pejabat dan Pemimpin Melanggar

Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat melapor apabila melihat pejabat dan pemimpin melakukan pelanggaran atau penyelewengan.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 02 Juni 2025, 15:20 WIB
Presiden Prabowo Subianto mengikuti upacara peringatan hari lahir pancasila, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (2/6) pagi (Youtube Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta masyarakat melapor apabila melihat pejabat dan pemimpin melakukan pelanggaran atau penyelewengan. Prabowo mengatakan masyarakat dapat menyiarkan apabila menemukan bukti dugaan penyelewengan pejabat di daerahnya.

"Jangan ragu-ragu, melihat pejabat pemimpin melanggar laporkan! Sekarang kita punya teknologi setiap rakyat di desa bisa menggunakan gadget, kalau ada bukti segera siarkan," kata Prabowo saat upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Jakarta, Senin (2/6/2025).

"Jangan mau terima penyelewengan jangan mau terima pejabat yang berbuat sekehendak dirinya," sambungnya.

Dia mengingatkan para pemimpin di provinsi, kabupaten/kota, maupun desa untuk menjaga kekayaan rakyat dan tidak menipu rakyat. Prabowo mengatakan pemimpin jangan masuk pemerintahan apabila tak bisa menjaga kepercayaan rakyat.

"Wujud kesetiaan kita kepada NKRI adalah seluruhnya terutama para pemimpin di pusat pemimpin di provinsi pemimpin di kabupaten/kota, pemimpin di desa, jaga kepercayaan rakyat jangan menipu rakyat, jaga kekayaan rakyat, jangan mencuri dari kekayaan rakyat. Kalau tidak mampu jangan masuk ke pemerintahan, kalau tidak mampu jangan menerima mandat dari rakyat," jelasnya.

 

Optimis Indonesia Bisa Menjadi Negara Hebat

Presiden Prabowo Subianto mengikuti upacara peringatan hari lahir pancasila, di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (2/6) pagi (Youtube Sekretariat Presiden)

Prabowo optimistis Indonesia mampu menjadi negara hebat dengan kekayaannya yang besar. Dia pun menegaskan komitmennya untuk menertibkan maling-maling yang mencuri uang masyarakat.

"Kekayaan kita sekali lagi, sangat besar, tetapi terlalu banyak maling-maling yang mencuri uang rakyat dan untuk itu saya bertekad akan menertibkan semua," ujar Prabowo.

Dia meminta dukungan semua pihak dan anak-anak muda dalam memberantas korupsi. Prabowo ingin tak ada lagi kemiskinan dan kelaparan di Indonesia saat anak muda mengambil alih negara.

"Kami adalah angkatan yang sebentar lagi akan meninggalkan podium, kita sekarang berjuang melawan korupsi supaya anda mengambil alih negara dalam keadaan baik, kuat. Tidak boleh ada kemiskinan di Indonesia, tidak boleh ada kelaparan di Indonesia. Mari kita bersatu," pungkas Prabowo.

Prabowo Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila

Presiden Prabowo Subianto bersama Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Wapres Gibran Rakabuming Raka menghadiri upacara Hari Kelahiran Pancasila, Senin 2 Juni 2025. (Foto: Youtube Sekretariat Presiden)

Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Senin (2/6/2025). Hari Lahir Pancasila sendiri sejatinya jatuh setiap tanggal 1 Juni.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Prabowo memasuki mimbar upacara pada pukul 09.20 WIB. Prabowo tampak berjalan bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Megawati Soekarnoputri saat menuju mimbar atau lokasi upacara.

Megawati tampak memakai seragam putih BPIP. Presiden kelima RI itu duduk satu barisan bersama Wakil Ketua Dewan Pengarah BPIP sekaligus Wapres ke-6, Try Sutrisno dan Kepala BPIP Yudian Wahyudi.

Sementara itu, Gibran duduk di dekat Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla. Namun, Gibran dan Ketua PDI Perjuangan (PDIP) itu tetap terlihat duduk di satu barisan yang sama.

Upacara

Upacara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Lalu, Prabowo meminta semua hadirin menundukkan kepala untuk mengheningkan cipta.

Adapun yang bertindak sebagai Komandan Upacara yakni, Kolonel Marinir Ahmad Hadi Al-Hasni. Dia merupakan lulusan Akademi Angkatan Laut tahun 2001 Komandan Lanal Mataram NTB.

Kemudian, Brigjen TNI Eddy Saputra bertugas sebagai Perwira Upacara. Lulusan Akademi Militer tahun 1994 tersebut saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Komando Garnisun Tetap 1/Jakarta.

Bertindak sebagai pembaca teks Pancasila adalah Ketua MPR Ahmad Muzani. Sementara itu, Ketua DPD RI Sutan Najamuddin bertindak membacakan naskah UUD 1945.

Infografis Prabowo Perintahkan Kapolri, Jaksa Agung hingga KPK Sikat Koruptor. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya