Liputan6.com, Odesa - Pesawat drone atau nirawak Rusia pada Kamis (1/5) telah menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai lima orang lainnya dalam serangan berkelanjutan di Kota Odesa, Ukraina, kata pemimpin daerah tersebut.
"Bangunan-bangunan tinggi tempat tinggal, sebuah supermarket, dan sekolah rusak," tulis Oleh Kiper di Telegram seperti dikutip dari BBC, Kamis (1/5/2025).
Advertisement
Di tempat lain di Ukraina, wali kota Kharkiv mengatakan sebuah drone telah menyerang sebuah pom bensin di pusat kota, dan ledakan juga terdengar di Kota Sumy.
Rusia belum mengomentari serangan tersebut.
"Musuh menyerang Odesa dengan pesawat nirawak serang. Ada kerusakan yang cukup besar pada infrastruktur sipil, terutama tempat tinggal," tulis Kiper, sebelum kemudian mengonfirmasi korban jiwa.
"Dua orang tewas dan lima lainnya terluka akibat serangan itu. Petugas medis memberikan semua bantuan yang diperlukan kepada para korban," katanya.
Wali kota Gennady Trukhanov mengatakan: "Musuh telah melancarkan serangan besar-besaran lainnya di kota itu. Bangunan-bangunan tempat tinggal dan infrastruktur sipil telah rusak di berbagai wilayah Odessa."
Video dan gambar yang diunggah ke media sosial, yang belum diverifikasi BBC, menunjukkan ledakan dan bangunan yang rusak.
Odesa, kota pelabuhan yang penting secara strategis di Laut Hitam, berpenduduk sekitar satu juta orang. Kota ini telah diserang berulang kali sejak invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.
Serangan terbaru terjadi saat AS menandatangani kesepakatan dengan Ukraina tentang eksploitasi bersama sumber daya energi dan mineralnya.
Kesepakatan yang telah lama dinanti-nantikan itu menunjukkan solidaritas yang jauh lebih besar dengan Ukraina daripada biasanya bagi pemerintahan Presiden AS Donald Trump.
Kedua negara sepakat untuk mendirikan dana investasi rekonstruksi guna memacu pemulihan ekonomi Ukraina dari perangnya dengan Rusia.
Presiden Rusia Vladimir Putin minggu ini mengumumkan gencatan senjata sementara untuk perang di Ukraina. Kremlin mengatakan gencatan senjata akan berlangsung dari pagi hari tanggal 8 Mei hingga 11 Mei - yang bertepatan dengan perayaan kemenangan untuk menandai berakhirnya Perang Dunia Kedua.
Sebagai tanggapan, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha menyerukan gencatan senjata segera yang berlangsung "setidaknya 30 hari".