Pendapatan Naik, Agung Podomoro Land Tekan Rugi jadi Rp 62 Miliar pada Kuartal I 2025

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan kinerja positif selama Kuartal I-2025 dengan meraih penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp 874,5 miliar. Raihan itu tumbuh 22,7% dibandingkan dengan Rp 712,8 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

oleh Pipit Ika RamadhaniDiterbitkan 01 Mei 2025, 06:00 WIB
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Senin (27/7/2020). Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,66% atau 33,67 poin ke level 5.116,66 pada perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan kinerja positif selama Kuartal I-2025 dengan meraih penjualan dan pendapatan usaha sebesar Rp 874,5 miliar. Raihan itu tumbuh 22,7% dibandingkan dengan Rp 712,8 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Capaian tersebut terutama didorong oleh peningkatan pengakuan penjualan apartemen dari proyek-proyek strategis Perseroan, seperti Podomoro City Deli Medan dan Podomoro Golf View, yang terus menunjukkan performa yang kuat. Corporate Secretary PT Agung Podomoro Land Tbk Justini Omas menjelaskan bahwa pencapaian ini tidak hanya mencerminkan efektivitas strategi perusahaan, tetapi juga menunjukkan ketangguhan sektor properti residensial di tengah tantangan ekonomi nasional.

“Kondisi pasar properti saat ini menuntut pelaku industri untuk lebih adaptif dan fokus pada kebutuhan masyarakat urban. APLN menjawab hal itu dengan menghadirkan produk-produk yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga sesuai dengan gaya hidup dan daya beli masyarakat,” ujar Justini dalam keterangan resminya di Jakarta, pada Kamis (1/5/2025).

Justini menambahkan bahwa proyek-proyek APLN yang tersebar di berbagai kota besar mampu menjangkau beragam segmen pasar. Penjualan unit apartemen bahkan melonjak sebesar 187,1% menjadi Rp 254,4 miliar, dari sebelumnya Rp 88,6 miliar pada Kuartal I-2024. Selain itu, penjualan rumah toko (ruko) juga meningkat signifikan sebesar 95,5%, mencapai Rp 73,9 miliar selama Kuartal I 2025.

“Kenaikan ini mencerminkan bahwa sektor residensial kembali menjadi pilihan investasi menarik, seiring pulihnya kepercayaan konsumen dan meningkatnya kebutuhan hunian yang terintegrasi,” jelasnya.

APLN membukukan pengakuan penjualan yang naik 56,7% menjadi Rp 574,4 miliar, dari Rp 366,6 miliar pada periode yang sama di tahun 2024. Meski pendapatan berulang mengalami penurunan 13,3% menjadi Rp 300,0 miliar akibat berkurangnya kontribusi dari Pullman Ciawi Vimala Hills yang telah dijual, Perusahaan tetap mencatat tren pertumbuhan yang kuat. Dari sisi laba kotor, APLN juga mencatat pertumbuhan sebesar 23,0% dari Rp 266,7 miliar menjadi Rp 328,1 miliar.

 

Berhasil Tekan Rugi jadi Rp 55,5 Miliar pada Kuartal I 2025

Layar grafik pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada pembukaan perdagangan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik, namun tak lama kemudian, IHSG melemah 2,3 poin atau 0,05 persen ke level 5.130, 18. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Tak hanya membukukan pertumbuhan top line, APLN juga berhasil memperbaiki kinerja dari sisi bottom line. Pada periode ini, rugi bersih Perseroan turun signifikan sebesar 49,5%, dari rugi bersih sebesar Rp 109,9 miliar pada kuartal I 2024 menjadi hanya rugi Rp 55,5 miliar pada kuartal I 2025.

Rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 62,09 miliar. Turun sekitar separuh dari rugi periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk pada kuartal I 2024 yang tercatat sebesar Rp 126,49 miliar.

"Penurunan kerugian ini mencerminkan solidnya kinerja operasional serta optimalisasi strategi efisiensi biaya yang terus dijalankan di seluruh lini bisnis APLN," imbuh Justini.

 

Dinamika Industri Properti

Pekerja melintas di depan layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Senin (3/1/2022). Pada pembukan perdagagangan bursa saham 2022 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menguat 7,0 poin atau 0,11% di level Rp6.588,57. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Seiring dengan dinamika industri properti yang mulai menunjukkan pemulihan dan momentum positif, APLN menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam pengembangan produk dan strategi pemasaran.

Perseroan optimis prospek sektor properti akan semakin membaik sepanjang 2025, terutama dengan dukungan kebijakan fiskal yang mendukung sektor ini seperti insentif PPN Ditanggung Pemerintah (DTP), serta kebijakan lainnya.

Dengan fundamental yang kuat dan strategi bisnis yang adaptif, Agung Podomoro akan terus memainkan peran strategis dalam mendorong pertumbuhan sektor properti nasional. "Kami percaya, melalui inovasi dan komitmen terhadap kualitas, Agung Podomoro dapat terus memperkuat kinerja dan mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir tahun,” tutup Justini

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya