Prabowo Perintahkan Indonesia Ekspor Beras ke Penjuru Dunia

Presiden Prabowo juga menekankan bahwa ekspor beras ini tidak semata-mata bertujuan mencari keuntungan besar.

oleh Ilyas Istianur PradityaDiperbarui 23 April 2025, 15:58 WIB
Menhan Prabowo Subianto menyampaikan keterangan pers di Istana Kepresidenan, Jakarta usai menghadiri KTT di Yordania terkait krisis kemanusiaan di Gaza, Palestina akibat agresi militer Israel. (Liputan6.com/Muhammad Radityo Priyasmoro)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia siap mengirim beras ke sejumlah negara seiring meningkatnya hasil produksi beras dalam negeri. Ia mengungkapkan bahwa beberapa negara telah menyampaikan permintaan resmi untuk membeli beras dari Indonesia.

Meski belum mengungkap secara rinci negara mana saja yang dimaksud, Malaysia sebelumnya telah menyatakan minatnya untuk mengimpor beras dari Indonesia.

"Saya perintahkan untuk kirim beras ke negara-negara yang membutuhkan," ujar Presiden Prabowo dalam peluncuran Gerakan Indonesia Menanam (Gerina) di Banyuasin, Sumatera Selatan, dikutip dari Antara, Rabu (23/4/2025).

Presiden juga menekankan bahwa ekspor ini tidak semata-mata bertujuan mencari keuntungan besar.

"Atas nama kemanusiaan, jangan ambil untung terlalu tinggi. Yang penting biaya produksi, transportasi, dan administrasi bisa kembali," katanya.

Kontribusi Indonesia ke Dunia

Presiden menegaskan bahwa Indonesia kini tampil sebagai bangsa yang mampu memberi kontribusi kepada negara lain, bukan hanya sebagai penerima bantuan.

 

Stok Beras Indonesia

Petugas mendata ketersediaan stok beras di Gudang Bulog Divisi Regional DKI Jakarta, Kelapa Gading, Rabu (29/12/2021). Dirut Perum Bulog Budi Waseso menjamin tahun ini stok beras aman dan tidak ada impor untuk kebutuhan Cadangan Beras Pemerintah. (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Dalam rangka mengelola hasil panen yang melimpah, Presiden Prabowo menginstruksikan agar pembangunan gudang penyimpanan dipercepat. Ia meminta BUMN, TNI, dan Polri turut terlibat dalam membangun gudang sementara dengan biaya terjangkau.

"Saya sudah perintahkan semua pihak terkait untuk membantu. Gunakan lahan milik TNI, Polri, dan pemerintah untuk membangun gudang," jelasnya.

Selain itu, pemerintah berencana menjadikan Koperasi Desa Merah Putih sebagai pusat penyimpanan hasil pertanian masyarakat desa. Presiden menargetkan pembangunan 70.000 hingga 80.000 koperasi desa di seluruh Indonesia, lengkap dengan fasilitas gudang di tiap unitnya.

"Dengan adanya gudang di tiap desa, hasil panen akan tersimpan dengan aman," ujar Prabowo.

 

Rekor Tertinggi

Pekerja memindahkan beras ketika bongkar muat beras bulog di gudang PT Food Station Tjipinang Jaya, Jakarta Timur, Jumat (3/2/2023). Untuk menstabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Perum BULOG akan menyaluran beras SPHP di Pasar Induk Beras Cipinang dari 13 ribu menjadi 30 ribu ton,dengan harga paling tinggi sebesar Rp. 8.900. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Produksi dan Stok Beras Nasional Capai Rekor TertinggiMenteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang mendampingi Presiden dalam kunjungan kerja di Sumatera Selatan, menyampaikan bahwa penyerapan beras nasional hingga April 2025 mencatat rekor tertinggi dalam 10 tahun terakhir.

Ia juga menyebutkan bahwa stok beras nasional saat ini telah menembus angka 3 juta ton — jumlah tertinggi dalam dua dekade terakhir.

Presiden Prabowo sendiri menghadiri beberapa agenda penting selama kunjungannya, termasuk acara tanam raya serentak di Kabupaten Ogan Ilir dan peluncuran Gerina di Banyuasin.

Dalam lawatan tersebut, Presiden didampingi oleh sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara, termasuk Menko Pangan Zulkifli Hasan dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya