Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik sebagian besar melemah pada perdagangan saham Rabu (26/4/2023) setelah kekhawatiran perbankan kembali muncul di wall street.
Dikutip dari CNBC, saham First Republic Bank anjlok lebih dari 49 persen setelah bank regional membukukan hasil kuartalan terbarunya pada Senin malam, 24 April 2023. Deposito turun 40 persen menjadi USD 104,5 miliar pada kuartal I 2023 tetapi sejak itu stabil.
Advertisement
Investor juga akan mengamati dengan cermat inflasi Maret di Australia yang diperkirakan sebesar 6,5 persen dibandingkan Februari sebesar 6,8 persen. Indeks ASX 200 melemah 0,35 persen.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 susut 0,33 persen dan Topix merosot 0,62 persen. Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,19 persen. Indeks Kosdaq bertambah 0,44 persen setelah indeks sentimen konsumen negara tersebut pada April naik menjadi 95,1 dibandingkan Maret sebesar 92.
Indeks Hang Seng Hong Kong diprediksi memperpanjang koreksi. Hal ini seiring indeks berjangka berada di posisi 19.391 dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya 19.617,88.
Di Amerika Serikat, wall street kompak tertekan. indeks Dow Jones melemah 1,02 persen. Indeks S&P 500 susut 1,58 persen. Indeks Nasdaq terpangkas 1,98 persen. Indeks konsumen Korea Selatan pada April meningkat menjadi 95,1 poin atau naik 3,1 poin dari Maret sebesar 92.
Indeks yang melacak seberapa optimistis konsumen tentang kinerja ekonomi dengan angka di atas 100 menunjukkan prospek yang membaik dan angka di bawah 100 menunjukkan prospek yang memburuk.
Dalam rilisnya, Bank of Korea mengatakan sentimen konsumen mengenai standar hidup saat ini naik empat poin dari Maret 87. Survei tersebut juga menunjukkan inflasi konsumen untuk tahun mendatang mencapai 3,7 persen.
Penutupan Wall Street pada 24 April 2023
Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street melemah pada perdagangan Selasa, 25 April 2023. Wall street tergelincir usai First Republic Bank merilis laba yang menghidupkan kembali kekhawatiran tentang sektor yang lebih luas.
Dikutip dari CNBC, Rabu (26/4/2023), pada penutupan perdagangan wall street, indeks Dow Jones susut 344,57 poin atau 1,02 persen ke posisi 33.530,83. Indeks S&P 500 merosot 1,58 persen ke posisi 4.071,63. Indeks Nasdaq terpangkas 1,98 persen menjadi 11.799,16.
Saham First Republic Bank anjlok lebih dari 49 persen setelah bank regional membukukan hasil kuartalan terbarunya pada Senin malam, 24 April 2023. First Republic Bank menyebutkan deposito turun 40 persen menjadi USD 104,5 miliar pada kuartal I 2023, tetapi sejak itu stabil.
First Republic Bank juga akan memangkas biaya, termasuk memangkas jumlah karyawan sebesar 20 persen-25 persen pada kuartal II 2023. Bloomberg melaporkan pada Selasa pekan ini, bank sedang mencoba menjual pinjaman USD 100 miliar dan securities untuk merestrukturisasi neracanya.
Bank regional telah diawasi dengan ketat setelah investor semakin khawatir akan hadapi nasib yang sama seperti Silicon Valley Bank dan Signature Bank yang penutupannya memicu krisis industri bulan lalu. Saham First Republic telah anjlok lebih dari 93 persen pada 2023.
Saham First Republic Tertekan
Adapun saham First Republic mencapai posisi terendah baru pada perdagangan Selasa sore, 25 April 2023 waktu setempat. Saham First Republic Bank turun lebih dari 43 persen. Pada perdagangan Selasa pekan ini, saham tersebut juga paling aktif diperdagangan di Bursa Efek New York.
Baik SDPR S&P Regional Banking ETF dan SPDR S&P Bank ETF merosot masing-masing lebih dari 4 persen dan 3 persen karena sektor keuangan bebani pasar. Saham Western Alliance Bancorp melemah 5,6 persen dan PacWest anjlok 8,9 persen. Saham Charles Schwab susut hampir 4 persen.
“Untuk pertama kalinya, sejak musim laba ini dimulai, kami benar-benar melihat reaksi pasar,” ujar Chief Market Strategist B. Riley Wealth Management, Art Hogan dikutip dari CNBC.
Ia menambahkan, ada reaksi terhadap penjualan yang menumpuk dan laba yang baik-baik saja, tapi tidak bagus.
Pelaku pasar juga mencemaskan laporan laba yang mengecewakan dari UPS yang turun sekitar 10 persen setelah kinerja perusahaan meleset dari harapan. Manajemen juga mengatakan volume penjualan terus di bawah tekanan
Menanti Kinerja Keuangan Perusahaan Teknologi
Di sisi lain, PepsiCo naik 2,3 persen pada angka yang lebih baik dari perkiraan. Adapun saham Microsoft dan Alphabet dijadwalkan melaporkan kinerja setelah bel penutupan perdagangan. Rilis laporan keuangan perusahaan teknologi itu menjadi yang pertama pada pekan ini. Namun, menurut Jay Hatfield dari Infrastructure Capital Management saham-saham tersebut dapat kesulitan setelah reli awal tahun ini.
Saham Alphabet turun 2 persen jelang rilis laporan laba induk usaha Google. Perusahaan setelah alami penurunan laba, dan kehilangan estimasi wall street dalam empat kuartal terakhir, menurut Bespoke Investment Group.
“Teknologi tidak berfungsi sebagai pemberat karena terlalu banyak digunakan, dan karena semakin dengan rilis laba,” ujar Hatfield.
Di sisi lain, dengan kehadiran alat kecerdasan buatan, Morgan Stanley prediksi perusahaan teknologi memperlambat perekrutan dan menerapkan penganggaran lebih disiplin ke depan. Hal ini karena efisiensi menjadi fokus lebih besar.
Dalam catatan yang dikirim kepada klien, analis Brian Nowak menyebut, Meta, Google, dan Amazon sebagai perusahaan teknologi yang memiliki ruang untuk mengurangi jumlah karyawan dan meningkatkan produktivitasnya.
“Tingkat perekrutan ke depan bisa dibilang lebih kecil dan lebih ditargetkan karena pendorong produktivitas AI yang muncul dengan cepat, tulis Nowak.
Ia menuturkan, hal ini menunjukkan peluang bagi pemimpin teknologi untuk jadi pengadopsi awal inovasi AI baru dan potensi untuk menciptakan tenaga kerja yang lebih efisien secara struktural.
“Pertumbuhan pesat alat pengkodean yang dibantu AI membuat para insinyur lebih produktif,” kata dia.
Nowak menuturkan, pengembang Microsoft yang memakai GitHub Copilot telah meningkatkan produktivitas sekitar 55 persen. “Alat penjualan berbasis AI juga membuat tim penjualan lebih efisien dan tugas internal cenderung menjadi lebih otomatis,” kata dia.
Adapun pekan ini menjadi pekan yang sibuk untuk perusahaan teknologi besar dengan Alphabet dan Microsoft melaporkan laba kuartal I setelah bel penutupan perdagangan Selasa pekan ini. Meta merilis laporan keuangan pada Rabu dan Amazon merilis laporan keuangan pada Kamis pekan ini.