Kasih Ibu Sepanjang Masa, di Balik Cerita Balita Tidur tapi Selamat dari Gempa Cianjur

Dengan berbagai upaya, Lina yang memeluk anaknya agar terhindar dari reruntuhan bangunan.

oleh Liputan6.com diperbarui 27 Nov 2022, 02:34 WIB
Kisah Seorang Ibu Demi Selamatkan Anak Saat Gempa Cianjur.

Liputan6.com, Cianjur - Hari kelima pasca-gempa Cianjur sudah ada 89 orang yang dirujuk ke RSUD R Syamsudin SH, empat diantaranya meninggal dunia, sebanyak 27 pasien sudah pulang. Hingga kini, Sabtu (26/11/2022) tersisa 58 orang masih mendapat perawatan di sana.

Salah satunya Lina (35), warga asal Kampung Gunung Lanjung 2, Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur. Gempa dengan magnitudo 5,6 itu telah merobohkan rumahnya dan nyaris mengambil nyawa anaknya.

"Jalan juga susah, rumah udah pada rubuh saya lewat sawah pas datang ke rumah ini (istri) kakinya udah bolong gak ada yang nolongin, kan ngeliat orang pada kesana kemari. Ini saya minta tolong teriak-teriak itu juga gak ada, saya cari lagi," tutur suaminya Dedi (45), dengan bibir bergetar mengingat bencana itu hampir merenggut nyawa istri dan anaknya.

Dengan berbagai upaya, Lina yang memeluk anaknya agar terhindar dari reruntuhan bangunan, akhirnya berhasil dievakuasi. Meskipun dirinya harus menderita luka cukup parah pada paha kaki kanan.

Kesulitan yang dialaminya tidak berhenti disana, ia pun harus dibopong beberapa meter menuju jalan yang bisa dilalui mobil dengan kondisi kaki bercucuran darah.

Dedi mengatakan, bahkan untuk sampai di rumah sakit istrinya tidak mendapatkan ambulans, melainkan diberi tumpangan mobil pribadi yang kebetulan lewat.

"Saya sempat ke rumah sakit Sayang Cianjur, rumah mah roboh. Kalau anak-anak, kan ini istri nyelamatin anak. Nyelamatin anak lagi tidur di bawah, jadi di rungkupin (dipeluk) sama ibunya Alhamdulillah anak mah selamat," ujar bapak dari anak usia tiga tahun itu.

Dengan lirih, Lina pun menceritakan ketika dirinya tertimbun puing bangunan. Dirinya terpaksa menunggu cukup lama untuk mendapat pertolongan saat itu, sebelum akhirnya mendapat rujukan ke RSUD R Syamsudin SH. Beton rumah yang menimpa kakinya, membuat luka dalam hingga menimbulkan lubang menganga cukup besar.

"Nunggu sekitar 30 menitan, ya gini. Lukanya masih kerasa sakit, ini bolong jebol kena beton. Kan dibawa ke RS Sayang dulu, disana udah jam 12 malam belum diapa-apain," kenang Lina.

Selama dirawat di Sukabumi, ia mengungkap telah mendapat beberapa bantuan seperti logistik dan pakaian. Kendati untuk membangun rumahnya kembali, ia masih berharap bisa mendapatkan bantuan.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian RSUD Syamsudin dr Supriyanto menyampaikan, rujukan pasien dari Cianjur pada hari kelima pascagempa, sudah melandai dibanding hari kesatu dan kedua.

"Kemarin kita diinstruksikan oleh Plt Direktur untuk pasien yang sudah boleh pulang, kita bantu untuk diantarkan. Kami koordinasi dengan kepala bidang pelayanan di Cianjur diantarkan ke posko atau ke rumah yang diinginkan pasien," kata dr Supriyanto.

Lebih lanjut, ia menuturkan, keluarga korban yang menunggu di rumah sakit juga disediakan tempat tinggal sementara. Selain itu, pihak rumah sakit juga membuka informasi mengenai korban yang dirawat, bagi keluarga yang ingin mencari korban yang dirawat di RSUD Syamsudin SH, Kota Sukabumi.

"Kemudian untuk keluarga tadi ada informasi dari Pak Sekda, kami menyediakan juga ruang untuk keluarga yang memang ingin stay dulu itu bisa di BKPSDM, kapasitas sekitar 20 orang. Jadi, apabila kesulitan tempat tinggal sambil menunggu keluarga dirawat, kita ada di BKPSDM semacam rumah singgah," pungkasnya.

(Fira Alfi Syahrin)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya