Jelang Italia vs Inggris di Nations League, Gareth Southgate: Harry Maguire Masih yang Terbaik

Gareth Southgate lagi-lagi pasang badan untuk Harry Maguire yang kerap menuai kritik. Pelatih Timnas Inggris menyebut Maguire masih menjadi pemain terbaik dalam skuad asuhannya di The Three Lions.

oleh Theresia Melinda Indrasari diperbarui 23 Sep 2022, 13:30 WIB
Bek Inggris, Harry Maguire berselebrasi usai mencetak ke gawang Albania pada pertandingan Grup I kualifikasi Piala Dunia 2022 di stadion Wembley di London, Sabtu (13/11/2021). Tambahan tiga poin mengukuhkan posisi Inggris di puncak klasemen dengan 23 poin.( AP Photo/Ian Walton)

Liputan6.com, Jakarta Timnas Inggris bakal meladeni perlawanan Italia dalam laga UEFA Nations League yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza pada Sabtu (24/9/2022) pukul 01.45 WIB.

Jelang pertandingan tersebut, Manajer The Three Lions Gareth Southgate menegaskan dirinya bakal tetap melibatkan Harry Maguire dalam skuad. Pasalnya bek Manchester United (MU) itu masih dianggap sebagai salah satu penggawa terbaik Timnas Inggris.

Karier Maguire sebenarnya terbilang suram di Old Trafford. Pesepak bola berusia 29 tahun tak pernah lagi ditunjuk menjadi starter usai Setan Merah menelan kekalahan beruntun dari Brighton dan Brentford dalam dua laga pembuka.

Eks pemain Leicester City itu hanya sempat bermain sejak menit pertama ketika MU bersua dengan Real Sociedad di Liga Europa. Namun, Maguire secara mengejutkan masih dipanggil oleh Southgate untuk memperkuat tim racikannya jelang UEFA Nations League.

Keputusan tersebut lantas menimbulkan komentar dari berbagai pihak. Pelatih Timnas Inggris pun segera pasang badan. Ia menyebut Maguire adalah pemain penting bagi The Three Lions.

“Anda harus selalu yakin dengan keputusan Anda, dan kami merasa dia (Harry Maguire) adalah pemain penting,” jelas manajer Timnas Inggris, seperti dilansir dari Metro.

“Jika kami merasa ada penggawa berpengalaman yang siap tampil di level lebih tinggi dibanding dia (Maguire), tentu akan ada pertimbangan berbeda.”

“Dia adalah bek tengah (dengan kemampuan duel udara) paling dominan yang kami miliki. Ia dan John (Stones) sangat luar biasa ketika menguasai bola,” pungkas Southgate terkait penilaiannya terhadap Maguire.

2 dari 4 halaman

Tidak Ideal

Bek Timnas Inggris, Harry Maguire, menyundul bola saat melawan Italia pada laga final Euro 2020 di Stadion Wembley, London hari Senin (12/07/2021). (Foto: AP/(Frank Augstein,Pool)

Lebih lanjut, Southgate tak menampik bahwa situasi Maguire saat ini sebenarnya tidak ideal. Bek asal Inggris minim waktu bermain di lapangan. Namun, ia bersikeras bahwa Maguire merupakan bagian penting dalam skuadnya.

“Jelas ini bukan situasi yang ideal. Anda pasti ingin pemain terbaik yang selalu tampil reguler, sehingga kondisi fisik dan mentalnya stabil. Akan tetapi, dia adalah pemain penting bagi kami. Saya rasa, kami perlu mendukung pemain terbaik kami,” ujarnya.

“(Maguire) sendiri paham bahwa dia merupakan bagian dari klub besar, biaya transfernya mahal, dan ia menjabat sebagai seorang kapten. Saya pikir itu alasan dirinya menjadi sorotan. Namun, dia tetap fokus berlatih dengan baik setiap hari,” imbuh Southgate.

3 dari 4 halaman

Pemain Lain

Pasukan Gareth Southgate lolos ke Piala Dunia 2022 dengan rekor tak terkalahkan dalam 10 pertandingan Grup I Kualifikasi Zona Eropa dengan delapan kemenangan dan dua hasil imbang. (AP/Antonio Calanni)

Selain Maguire, ada pula tiga nama lain yang tidak banyak tampil di level klub, tetapi ikut memperkuat Timnas Inggris dalam UEFA Nations League kali ini. Mereka adalah Ben Chilwell, Luke Shaw, dan Kalvin Phillips.

Southgate pun sempat mengungkap alasan dirinya memanggil penggawa-penggawa tersebut. Menurutnya, mereka merupakan sosok krusial bagi The Three Lions, terlepas dari sedikitnya waktu bermain bersama tim masing-masing.

“Memang kami memiliki sejumlah penggawa, termasuk Ben Chilwell, Luke Shaw, Harry Maguire, dan Kalvin Phillips, yang tidak banyak bermain dengan klub mereka,” ujar Southgate soal skuad pilihannya, seperti dilansir dari Metro.

“Itu tidak ideal, tetapi kami merasa mereka telah dan masih bisa menjadi pemain penting bagi kami,” sambung juru taktik berusia 52 tahun tersebut.

4 dari 4 halaman

Bukan Akhir

Bukayo Saka, Jadon Sancho, dan Marcus Rashford menjadi korban rasialisme online setelah gagal mengeksekusi tendangan penalti untuk Timnas Inggris di final Euro 2020. (AFP/Laurence Griffiths)

Southgate menegaskan bahwa susunan skuad di Nations League bukanlah akhir dari segalanya. Pelatih yang pernah membela Crystal Palace itu menyiratkan masih ada kesempatan bagi pemain lain untuk dipanggil ke Timnas Inggris.

“Ada pemain-pemain tertentu yang kami inginkan tetap terlibat (di laga) kali ini. Akan tetapi, bukan berarti bahwa hal itu menjadi akhir bagi beberapa penggawa lain yang tidak ikut serta,” jelas eks pelatih Middlesbrough.

“Marcus Rashford misalnya. (Dia) menunjukkan permainan yang menggembirakan dalam beberapa waktu terakhir. Dia adalah sosok yang sudah kami kenal dan berpotensi tampil di level tinggi. Tentu saja dia masuk pertimbangan kami,” pungkasnya.

Infografis Piala Dunia 2022. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya