Akhirnya, Harga Emas Bisa Naik karena Pelemahan Dolar AS

Dolar AS turun ke level terendah lebih dari satu minggu terhadap para pesaingnya, membuat harga emas batangan yang dijual dengan dolar AS lebih murah bagi pembeli luar negeri.

oleh Maulandy Rizky Bayu KencanaDiperbarui 10 September 2022, 07:37 WIB
Ilustrasi Harga Emas. Foto: Freepik

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas naik pada perdagangan Jumat karena pelemahan dolar AS. Hal ini mencegah tekanan yang lebih dalam pada harga emas dari proyeksi kenaikan suku bunga acuan dari berbagai bank sentral dunia.

Mengutip CNBC, Sabtu (10/9/2022), harga emas di pasar Spot naik 0,5 persen menjadi USD 1.716,30 per ounce, setelah naik ke level tertinggi sejak 30 Agustus di awal sesi.

Sedangkan harga emas berjangka AS naik 0,4 persen ke level USD 1.727 per ounce.

Harga emas naik 0,3 persen untuk minggu ini, kenaikan mingguan pertama dalam empat pekan.

“Indeks dolar AS benar-benar turun tajam semalam dan itu telah mendukung pasar emas dan perak. Juga melihat beberapa short-covering di pasar berjangka menuju akhir pekan,” kata analis senior Kitco Metals Jim Wyckoff.

Dolar AS turun ke level terendah lebih dari satu minggu terhadap para pesaingnya, membuat harga emas batangan yang dijual dengan dolar AS lebih murah bagi pembeli luar negeri.

Investor sekarang menunggu data inflasi AS untuk Agustus yang akan dirilis awal pekan depan setelah komentar hawkish baru-baru ini dari Ketua Fed Jerome Powell memperkuat taruhan kenaikan suku bunga yang besar.

Analis senior OANDA Edward Moya dalam catatannya menuliskan, jika angka inflasi lebih tinggi dari yang diprediksikan, harga emas mungkin akan berada dalam tekanan jual.

Ia menargetkan harga emas akan berada di kisaran USD 1.680 per ounce.

Di pasar emas fisik, permintaan di beberapa hub Asia tetap kuat minggu ini di tengah harga yang lebih rendah.

Perdagangan Kemarin

Ilustrasi Harga Emas Hari Ini di Dunia. Foto: DAVID GRAY | AFP

Harga logam mulia dunia tergelincir. Harga emas hari ini merosot setelah komentar dari Ketua Federal Reserve Jerome Powell memperkuat ekspektasi adanya kenaikan suku bunga 75 basis poin yang diputuskan pada pertemuan lembaga tersebut yang akan digelar.

Melansir laman CNBC, Jumat (9/9/2022), harga emas di pasar spot turun 0,64 persen menjadi USD 1.706,67 per ounce setelah mencapai level tertinggi lebih dari satu minggu di awal sesi. Sedangkan harga emas berjangka AS juga turun 0,4 persen ke posisi USD 1.720,20.

"The Fed "berkomitmen kuat" untuk mengendalikan inflasi tetapi masih ada harapan itu dapat dilakukan tanpa "biaya sosial yang sangat tinggi" yang terlibat dalam pertarungan inflasi sebelumnya," kata Powell.

Ahli strategi komoditas di TD Securities, Daniel Ghali, mengatakan jika komentar Powell sepenuhnya konsisten dengan Jackson Hole Conference.

"Dia tidak melawan keinginan pasar untuk kenaikan 75 basis poin yang akan datang pada pertemuan September," jelas dia.

Menurut dia, ada banyak dukungan pembelian karena kisaran teknis harga emas dunia sekitar USD 1.700. "Tapi, kami memperkirakan level ini akan tembus dalam waktu dekat."

The Fed sekarang memperkirakan peluang 85 persen akan dikeluarkan kebijakan kenaikan suku bunga 75 basis poin pada pertemuan kebijakan 20-21 September.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS, karena hal ini meningkatkan biaya peluang untuk memegang emas batangan yang tidak memberikan imbal hasil.

 

 

Kondisi Harga Logam Lain

Data menunjukkan jumlah orang Amerika yang mengajukan klaim baru untuk tunjangan pengangguran turun pekan lalu ke level terendah tiga bulan, menggarisbawahi kekuatan pasar tenaga kerja.

Setelah komentar Powell, dolar sebelumnya naik mendekati puncaknya baru-baru ini, yang membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Sebelumnya pada hari itu, Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga utamanya sebesar 75 basis poin yang belum pernah terjadi sebelumnya dan mengisyaratkan kenaikan lebih lanjut, memprioritaskan perang melawan inflasi.

Sementara harga perak di pasar spot turun 0,16 persen ke posisi USD 18,48 per ounce. Harga platinum naik 1,5 persen menjadi USD 879,50 dan paladium naik 4,7 persen ke posisi USD 2,139,41.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya