9 Korban Semeru Belum Ditemukan, Pencarian Fokus di 3 Lokasi

Para warga sekitar maupun warga yang datang untuk berdonasi atau membantu korban Gunung Semeru pun diimbau mematuhi rambu-rambu yang ada.

oleh Dian Kurniawan diperbarui 16 Des 2021, 18:03 WIB
Tim penyelamat mengendarai kendaraan segala medan selama pencarian korban letusan Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Rabu (8/12/2021). Berdasarkan laporan BNPB, jumlah korban meninggal hingga Rabu pukul 10.30 WIB hari ini berjumlah 41 orang dan 12 lainnya dalam pencarian. (AP Photo/Trisnadi)

Liputan6.com, Lumajang - Sembilan korban guguran awan panas Gunung Semeru masih belum ditemukan hingga hari ini. Tim SAR akan fokus pencarian seperti lokasi sebelumnya yaitu Kajar Kuning, Tambang Pasir dan Kebon Deli.

Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyatakan, tim gabungan menerjukan 19 alat berat yaitu ekskavator, dua buldozer, tujuh dumtruck, dua backhoe loader, satu cranecharge, satu mobil DU Brimob, dan satu mobil watertreatmen.

"Peralatan ini tersebar di beberapa titik antara lain di Candipuro dan Pronojiwo," ucap Muhari, Kamis (16/12/2021).

Para warga sekitar maupun warga yang datang untuk berdonasi atau membantu korban Gunung Semeru pun diimbau mematuhi rambu-rambu yang ada. Mereka dilarang mendepat ke lokasi pencarian korban yang hilang karena bisa mengganggu proses evakuasi.

"Diimbau untuk menjauhi lokasi pencarian dan evakuasi. Hal ini disebabkan karena akan menjadi kendala tersendiri, apabila jalur evakuasi dan pencarian tidak steril dari aktivitas para warga setempat," kata Muhari.

Untuk jumlah warga yang mengungsi tercatat 10.565 jiwa. Rinciannya di Kecamatan Pasirian 7 titik/1.518 jiwa, Candipuro 8 titik/4.563 jiwa, Pronojiwo 4 titik/1.056 jiwa, Sukodono 10 titik/334 Jiwa, Sumbersuko 8 titik/312 jiwa,  Lumajang 12 titik/421 Jiwa, Yosowilangun 9 titik/97 jiwa, Pasrujambe 2 titik/197 jiwa, Randuagung 9 titik/31 jiwa.

Selanjutnya, Senduro 8 tiik/152 jiwa, Tekung 5 titik/73 jiwa, Jatiroto 4 tiitik/95 jiwa, Kunir 5 titik/171 jiwa, Klakah 7 titik/55 jiwa, Kedungjajang 9 titik/59 jiwa, Gucialit 2 titik/15 jiwa, Tempursari 1 titik/21 jiwa, Padang 4 titik/205 jiwa, Ranuyoso 5 titik/49 jiwa, Rowokangkung 5 titik/60 jiwa, dan Tempeh 13 titik 693 jiwa.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Kembali Keluarkan Guguran Awan Panas

Petugas penyelamat melakukan operasi pencarian pascaerupsi Gunung Semeru di Desa Curah Kobokan, Lumajang, Jawa Timur, 10 Desember 2021. Erupsi Gunung Semeru mengakibatkan 45 orang meninggal, sembilan orang hilang, 20 orang luka berat, dan 82 orang luka ringan. (Juni Kriswanto/AFP)

Sementara itu, Kasi Operasi Kantor SAR Surabaya, I Wayan Suyatna sebelumnya membenarkan, Gunung Semeru kembali mengeluarkan guguran awan panas sekitar pukul 10.00 WIB, Kamis (16/12/2021).

"Iya benar, Gunung Semeru tadi sempat terjadi Awan Panas Guguran yang terekam juga secara visual dari Pos Pantau PVMBG di Gunung Sawur," ujarnya.

Akibat peristiwa itu, lanjut Wayan, semua personel tim SAR gabung dari SRU 1, SRU 2, SRU 3, ditarik dari lokasi pencarian korban menuju ke titik aman ke posko induk.

"Pencarian hari ini dihentikan sementara. Dan kondisi saat ini luncuran guguran awan panas Gunung Semeru sudah reda, namun tim SAR gabungan siaga jika diperlukan untuk evakuasi," ucapnya.     ReplyForward     

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya