Jelajah Pagi dengan Perahu Kajang Kebanggaan Masyarakat Misool Raja Ampat

Perahu kajang merupakan perahu tradisional dan alat transportasi utama yang digunakan oleh orang tua Misool Raja Ampat zaman dulu untuk mengunjungi keluarga kerabat di pulau serta mencari ikan guna memenuhi kebutuhan hidup.

oleh Liputan6.com diperbarui 30 Nov 2019, 06:00 WIB
Suasana keindahan alam di sekitar Piaynemo, Raja Ampat, Papua Barat, Jumat (22/11/2019). Keindahan dan panorama alam masih menjadi daya tarik utama wisatawan baik lokal maupun mancanegara berkunjung ke kawasan Raja Ampat. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Sorong - Perahu kajang yang merupakan transportasi tradisional masyarakat Misool Kabupaten Raja Ampat di zaman dahulu kini diangkat sebagai atraksi wisata di Kepulauan Misool.

Masyarakat Misool melakukan perlombaan perahu kajang pada pelaksanaan festival pesona Misool, 25 November 2019 sebagai awal mempromosikan atraksi tersebut kepada dunia luar.

Kokoh masyarakat Misool, Jufri Macap di Sorong, mengatakan bahwa perlombaan perahu kajang tersebut bertujuan melestarikan budaya dan adat istiadat wilayah setempat.

Selain itu, tambahnya, agar perahu tradisional nenek moyang masyarakat Misool yang unik tersebut dapat diketahui oleh wisatawan. Misool merupakan daerah wisata di Selatan Raja Ampat.

Menurut dia, bentuk perahu kajang unik serta terbuat dari kayu, bambu, dan daun atap yang sederhana serta sangat menarik untuk dijadikan sebagai atraksi wisata.

"Wisatawan pertama wisatawan asing sudah pasti senang melihat atraksi perahu unik yang jarang dijumpai di negara lain," ujarnya, dilansir Antara.

Ia menyampaikan bahwa dengan diangkatnya perahu kajang, nilai budaya masyarakat Misool yang tersembunyi bisa diketahui wisatawan sehingga memperkaya atraksi wisata di daerah Raja Ampat.

Menurutnya, perahu kajang merupakan perahu tradisional dan alat transportasi utama yang digunakan oleh orang tua Misool zaman dulu untuk mengunjungi keluarga kerabat di pulau serta mencari ikan guna memenuhi kebutuhan hidup.

"Atraksi perahu tersebut diangkat kembali sebagai rasa kepedulian terhadap budaya yang ditinggalkan orang Misool di masa lampau," tambah dia.

 

Simak video pilihan berikut ini:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya