Liputan6.com, Jakarta - Sedih merupakan bagian dari fase manusia dalam kehidupan. Normal, seseorang pada waktu-waktu tertentu merasakan kesedihan.
Namun, merasa sedih secara terus-menerus, tidak memiliki harapan hidup, serat merasa tidak berguna merupakan rasa sedih yang sudah tidak normal.
Advertisement
Sedih yang terjadi secara terus-menerus disertai bentuk kesedihan-kesedihan lainnya menunjukkan bentuk depresi. Depresi merupakan kondisi medis cukup serius yang tidak boleh dianggap sepele.
Ada banyak faktor penyebab seseorang bisa depresi. Dilihat dari penyebabnya, ada beberapa jenis depresi yang mempunyai gejala berbeda-beda.
Berikut ini Liputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber beberapa jenis depresi dan gejalanya yang perlu kamu kenali.
Depresi Mayor
Orang yang mengalami depresi ini hampir selalu merasa sedih, merasa kosong, dan putus asa. Depresi mayor merupakan kondisi yang secara serius dapat memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan hidup.
Gejala depresi mayor yang umum dirasakan seperti kesedihan, kesuraman, sulit tidur atau tidur berlebihan, kekurangan energi, lelah, kehilangan nafsu makan atau makan berlebih, sakit dan nyeri, ketidakmampuan membuat keputusan, khawatir, pikiran tentang kematian, melukai diri sendiri, hingga ingin bunuh diri.
Gejala depresi mayor bisa berlangsung berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Terlepas dari berapa lama gejalanya berlangsung, jenis depresi ini atau depresi berat dapat menyebabkan masalah dalam hubungan dan kegiatan sehari-hari.
Depresi Persisten
Depresi persisten merupakan depresi yang berlangsung selama dua tahun atau bahkan lebih. Depresi jenis ini juga biasa disebut dysthymia atau depresi kronis. Depresi persisten mungkin tidak sehebat depresi berat atau depresi mayor.
Namun, jenis depresi ini bisa membuat hubungan menjadi tegang dan membuat kegiatan sehari-hari menjadi sulit.
Gejala depresi persisten yang biasa dirasakan seperti kesedihan, keputusasaan yang mendalam, merasa harga diri rendah, kurangnya minat terhadap sesuatu hal, selera makan berubah, konsentrasi bermasalah, ketidakmampuan merasakan sukacita, bahkan menarik diri dari kehidupan sosial.
Depresi persisten yang berlangsung selama bertahun-tahun ini membuat penderitanya kerap terbiasa dengan gejala-gejala yang dirasakannya. Karena baginya gejala-gejala tersebut merupakan bagian normal dalam hidupnya.
Depresi Atipikal
Jenis depresi ini terjadi ketika seseorang mengalami reaktivitas suasana hati. Suasana hati kamu bisa berubah lumayan cepat.