Dolar AS Tumbang, Harga Emas Melompat 18 Desember 2018

Dolar AS tergelincir menjelang pertemuan the Fed yang berakhir pada hari Rabu.

oleh Nurseffi Dwi Wahyuni diperbarui 18 Des 2018, 06:40 WIB
Penampakan emas batangan di gerai Butik Emas Antam di Jakarta, Jumat (5/10). Pada perdagangan Kamis 4 Oktober 2018, harga emas Antam berada di posisi Rp 665 ribu per gram. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Chicago - Harga emas menguat pada hari Senin (Selasa pagi WIB) dipicu pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) membuat logam mulia menjadi lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Sementara beberapa investor berlindung dari pelemahan pasar saham global menjelang pertemuan Bank Sentral AS atu the Fed.

Dilansir dari Reuters, Selasa (18/12/2018), harga emas di pasar spot naik 0,6 persen menjadi 1.246,1 per ounce. Emas menyentuh titik terendah sejak 4 Desember di level USD 1.232,39 per ounce pada hari Jumat. Harga emas berjangka AS ditutup naik 0,8 persen pada USD 1.251,8 per ounce. 

Dolar AS tergelincir menjelang pertemuan kebijakan the Fed yang berakhir pada hari Rabu. Fokus investor akan berada di outlook kebijakan the Fed untuk 2019 dan kenaikan suku bunga di masa depan.

Pasar saham yang lemah dan perlambatan pertumbuhan global telah meningkatkan spekulasi bahwa The Fed akan menghentikan siklus pengetatannya atau berisiko merugikan ekonomi AS.   

Saham jatuh karena kekhawatiran atas pertumbuhan global yang mengirim pasar ekuitas ke posisi terendah 17-bulan pekan lalu. Pasar juga khawatir tentang kemungkinan penutupan pemerintah AS.

Tak hanya emas, harga perak naik 0,6 persen menjadi USD 14,66 per ounce, sementara platinum naik 1 persen menjadi USD 795,1 per ounce. Harga palladium di pasar spot naik 1,2 persen lebih tinggi pada USD 1,252,7 per ounce.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya