Menyulap Limbah Tahu Jadi Biogas Bermanfaat

Tangan kreatif Muhammad Romi mampu mengubah limbah tahu yang dapat dimanfaatkan sebagai biogas pengganti elpiji untuk memasak.

oleh Liputan6 diperbarui 12 Des 2011, 08:21 WIB
Liputan6.com, Semarang: Air limbah pengolahan tahu, bagi sebagian orang merupakan barang yang tidak berguna. Bahkan, menghasilkan aroma yang tidak sedap sehingga menimbulkan polusi udara. Namun, siapa menyangka? Di tangan kreatif Muhammad Romi, sang pemilik pengolahan tahu, limbah itu sekarang dimanfaatkan sebagai biogas untuk memasak pengganti elpiji.

Ide Romi warga Desa Sruwen, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, memanfaatkan limbah tahu menjadi biogas, berawal dari protes tetangga sekitar. Yakni, akibat aroma tidak sedap limbah tahu miliknya.

Limbah hasil pengolahan tahu ditampung di bak penampungan yang kedap udara hingga terfermentasi menjadi biogas. Namun kompor yang digunakan harus dihidupkan dengan korek api, belum bisa dengan pemantik kompor gas.

Bermodal sepuluh juta rupiah, Romi membuat bak penampungan limbah tahu yang ditutup rapat untuk fermentasi menjadi gas, pipa paralon besar untuk aliran limbah, dan paralon kecil untuk mengalirkan gas. Saat ini aliran pipa biogas sudah dikonsumsi empat rumah, dari kapasitas maksimal untuk 12 rumah tangga.(ANS)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya