Ditengok Wakil PM Tiongkok, Panda di Taman Safari Terlihat Ceria

Liu Yandong berharap sepasang panda ini bisa meningkatkan kerja sama dibidang konservasi, ekonomi, sosial, dan budaya.

oleh Achmad Sudarno diperbarui 26 Nov 2017, 18:06 WIB
Wakil Perdana Menteri China Liu Yandong mengunjungi Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, Minggu (26/11/2017). (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Liputan6.com, Bogor - Wakil Perdana Menteri China Liu Yandong mengunjungi Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor, untuk melihat langsung kondisi sepasang panda. Kedatangan Liu bersama delegasi adalah dalam rangka kerja sama konservasi Giant Panda Indonesia dengan Tiongkok.

Kunjungan resmi pemerintah RRT di Istana Panda ini sekaligus penyerahan secara simbolis dokumen kerja sama kenservasi Giant Panda dari perwakilan State Forestry Administration (SFA) RRT ke pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Wakil Perdana Menteri China Liu Yandong berharap sepasang panda ini bisa meningkatkan kerja sama dibidang konservasi, ekonomi, sosial, dan budaya.

"Giant panda adalah duta besar yang membawa persahabatan," kata Liu dalam sambutannya, Minggu (26/11/2017).

Direktur Taman Safari Indonesia, Jansen Manangsang mengatakan, Taman Safari sebagai salah satu lembaga konservasi di Indonesia bisa membuktikan menjaga kelestarian satwa langka Giant Panda.

"Sejak tahun 2003 kami sudah siap mengadaptasi sepasang panda, baik semua fasilitas, edukasi hingga rekreasi," jelas Jansen.

Usai menandatangani kerja sama konservasi Giant Panda Indonesia dengan Tiongkok, Wakil PM Tiongkok langsung meninjau sepasang panda Hu Chun (betina) dan Cai Tao (jantan) di Istana Panda.

Wakil PM Tiongkok terlihat gembira melihat kedua panda dari negaranya itu dalam kondisi ceria. Bahkan dia beberapa kali memfoto dua panda yang didatangkan dari Tiongkok pada 28 September 2017.

Kedua panda tersebut disimpan dalam kandang secara terpisah. Hewan langka ini terlihat sehat dan energik berada di dalam kandang yang dibangun Taman Safari Indonesia ini.

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

 

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya