Pengakuan Haru Gadis 17 Tahun Eks ISIS Asal Indonesia

Nenek, orangtua, saudara perempuan paman, bibi,, dan saudara sepupunya pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

oleh Ridho Insan Putra diperbarui 04 Agu 2017, 03:30 WIB

Liputan6.com, Raqqah - ISIS adalah sebuah paham radikal yang banyak mempengaruhi banyak umat Muslim di dunia termasuk Indonesia. Banyak pula yang pernah terpikat dengan paham ISIS dan berdomisili di Suriah kini melarikan diri karena sadar bahwa ISIS menipu mereka.

Seperti ditayangkan Liputan6 Malam SCTV, Jumat (4/8/2017), Nurshandrina Khairadhania gadis Indonesia berusia 17 tahun yang terpikat bergabung dengan ISIS bersama dengan keluarganya termasuk nenek, orangtua, saudara perempuan paman, bibi dan saudara sepupunya. Mereka pergi ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS.

Untungnya mereka tersadarkan dan melarikan diri dari ISIS. Dalam wawancara dengan kantor berita AP, Nur menceritakan pengalaman mereka saat terjerat dalam radikalisme ISIS.

Awalnya mereka mendambakan hidup enak, pendidikan gratis, dan kesehatan terjamin serta pekerjaan seperti jargon "masyarakat Islam baru" yang dijanjikan oleh ISIS. Namun nyatanya apa yang dijanjikan oleh ISIS bohong belaka dan mereka-pun berhasil melarikan diri.

Saat ini mereka tinggal di Kamp Pengungsian Ain Issa di Raqqa. Trauma mendalam kini dirasakan oleh mereka dan kini harapan mereka hanyalah adalah bisa kembali ke Indonesia tepatnya Jakarta yang merupakan kampung halaman mereka.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya