Mudik Lebaran, Tingkat Hunian Hotel di Jakarta Turun Drastis

Mayoritas tingkat okupansi hotel yang melonjak tajam saat Lebaran berada di Pulau Jawa.

oleh Fiki Ariyanti diperbarui 27 Jun 2017, 06:24 WIB
Mayoritas tingkat okupansi hotel yang melonjak tajam saat Lebaran berada di Pulau Jawa.

Liputan6.com, Jakarta - Libur panjang Lebaran dimanfaatkan orang untuk mudik maupun pergi ke tempat-tempat wisata, seperti Bali, Yogyakarta, dan destinasi lainnya. Dampaknya, okupansi atau tingkat keterisian hotel di daerah tujuan wisata meningkat, sementara hotel-hotel di Jakarta sepi pengunjung.

Wakil Ketua Umum Destinasi Wisata Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Johnnie Sugiarto mengungkapkan, okupansi hotel di Jakarta justru mengalami penurunan saat libur Lebaran ini dibandingkan hari normal.

"Tingkat hunian hotel di Jakarta malah turun selama libur Lebaran ini. Penurunan mencapai 20 persen sampai 30 persen," katanya saat dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Selasa (27/6/2017).

Sementara itu, Johnnie memperkirakan kenaikan okupansi hotel terjadi di daerah-daerah tujuan mudik dan tujuan wisata di seluruh Indonesia. Tak tanggung-tanggung, okupansinya bisa mencapai 90 persen sampai 95 persen.

"Saat ini, okupansi hotel mencapai 90 persen sampai 95 persen. Itu hotel-hotel di daerah tujuan mudik dan tujuan wisata," Presiden Direktur El John Indonesia itu menerangkan.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Umum PHRI Haryadi Sukamdani pada Minggu 25 Juni kemarin. Menurutnya, saat Lebaran biasanya tingkat okupansi hotel yang melonjak tinggi berada di daerah tujuan mudik. Sementara di kota-kota besar seperti Jakarta menurun drastis hingga hanya sebesar 20 persen.

"Kalau Lebaran yang ramai di daerah tujuan mudik. Kalau di kota seperti jakarta pasti okupansinya rendah, bisa tinggal 20 persen," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com.

Sementara hotel yang berada di daerah tujuan mudik, tingkat okupansinya bisa mencapai 85 persen. Biasanya pemesanan hotel di daerah tersebut telah dilakukan sejak jauh hari.

"Kalau di tujuan mudik bisa 70 persen-85 persen. Tapi mungkin sudah tidak ada yang di atas 85 persen karena daya beli rendah dan suplai kamar sudah semakin banyak," jelas dia.

Haryadi menuturkan, mayoritas tingkat okupansi hotel yang melonjak tajam saat Lebaran berada di Pulau Jawa. Namun ada juga okupansi hotel beberapa kota di luar Jawa yang juga melonjak saat libur Lebaran.

"Daerahnya Solo, Jogja, Malang. Kalau di luar Jawa seperti Makassar. Kalimantan juga di kota-kota besarnya," tutur dia.

Tonton Video Menarik Berikut Ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya