Djamoelogy Bagi-Bagi Jamu sebagai Berkah Ramadan

Salah satu olahan tradisional yang saat ini masih menjadi alternatif pengobatan secara alami di Indonesia adalah jamu.

oleh Karmin Winarta diperbarui 20 Jun 2017, 12:00 WIB
Foto: Istimewa

Liputan6.com, Jakarta Salah satu olahan tradisional yang saat ini masih menjadi alternatif dalam pengobatan secara alami di Indonesia adalah dengan mengkonsumsi jamu. Tak hanya berguna untuk pengobatan, jamu diketahui mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan, terutama saat berpuasa. Dengan mengkonsumsi jamu selama bulan puasa, daya tahan tubuh akan tetap terjaga dan tubuh akan tetap fit. Terutama untuk menyambut Ramadan, penting sekali bagi umat muslim untuk menjaga daya tahan tubuh.

Namun di era sekarang ini, eksistensi jamu di masyarakat mulai hilang. Masyarakat khususnya anak muda kerap kali mengabaikan eksistensi jamu. Keberadaan Jamu Gendong pun sudah jarang ditemukan di kota-kota besar seperti Jakarta. Masyarakat cenderung memilih mengkonsumsi minuman lain yang sifatnya lebih "modern" seperti cold pressed juice dibandingkan dengan mengkonsumsi Jamu.

Berdasarkan hal-hal tersebut, maka terbentuklah social campaign Djamoelogy. Djamoelogy merupakan wadah yang bertujuan untuk mengangkat kembali eksistensi jamu di masyarakat. Dalam rangka untuk mengembalikan awareness masyarakat tentang jamu, Djamoelogy melakukan edukasi melalui social media (Instagram). Dengan sasaran utamanya, yaitu anak muda, Instagram merupakan platform yang tepat dalam menyampaikan berbagai informasi tentang jamu.

Foto: Istimewa

Selain melakukan edukasi lewat social media, Djamoelogy juga melakukan kolaborasi dengan pengusaha jamu online yang berbasis di Jakarta untuk melakukan kegiatan berbagi takjil secara gratis kepada para pejalan kaki di Jakarta. Didukung oleh Jamu Nyonya Adip, Jamoo Bakool dan Jamu Jiwo, pembagian takjil kali ini berupa Jamu untuk berbuka puasa. Selain itu, kegiatan ini juga ditujukan sebagai salah satu cara untuk memberikan semangat pada umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa.

Untuk menyambut Ramadan, Djamoelogy juga akan membagikan THR kepada masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan takjil ini. Dengan mengunggah takjil ke social media mereka, masyarakat berkesempatan untuk memenangkan THR dari tim Djamoelogy.

Dengan mengkonsumsi jamu secara rutin selama puasa, tubuh akan terasa bugar dan kesehatan lambung dapat terjaga. Selain itu, untuk menjaga maag agar tidak mudah kambuh, jamu dapat dikonsumsi saat sahur dan berbuka.

Walaupun jamu aman untuk dikonsumsi saat berbuka maupun sahur, ada beberapa jenis jamu yang perlu diperhatikan seperti jenis Kunyit Asam dan Asam Jawa. Kedua jamu tersebut diketahui mempunyai kandungan asam yang tinggi. Untuk itu lebih baik dikonsumsi setelah makan untuk menjaga lambung. Kunyit Asam juga dapat dihidangkan dalam sajian es untuk berbuka bersama keluarga.

*Yuk tonton video menarik berikut ini:

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya