Mahasiswa Unair Kembangkan Robot Pembunuh Bakteri di Rumah Sakit

Bakteri dan limbah medis sering menjadi sumber penyakit baru pasien di rumah sakit.

oleh Dhimas Prasaja diperbarui 17 Jun 2017, 21:02 WIB
Dengan menggunakan panjang gelombang 365 nm, robot memiliki efek germisidal irradation yang dapat membunuh bakteri hingga 100 persen. (Liputan6.com/Dhimas Prasaja)

Liputan6.com, Surabaya - Kreativitas mahasiswa Universitas Airlangga menuai hasil positif. Kali ini, lima mahasiswa yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) sukses membuat robot AUROWS, si Robot Pintar Pensteril Bakteri dan Pembawa Sampah Klinis.

Kelima mahasiswa dari Fakultas Vokasi Unair itu adalah Akhmad Afrizal Rizqi (Ketua tim), Agus Abdul Rozaq, Rafif Nadhif Naufal, Abdul Hamid, dan Inas Pramitha Abdini Haq.

Akhmad mengatakan, kelebihan robot karya mereka antara lain dapat mengambil, memindahkan, dan mensterilisasi tempat sampah atau limbah medis di rumah sakit.

"Jadi, robot ini diberi kecerdasan buatan untuk dapat berjalan secara otomatis, dilengkapi beberapa sensor yang dapat terhubung langsung dengan komputer, sehingga memudahkan pengguna atau petugas medis dalam memantau pergerakan robot dan membunuh bakteri dengan ultraviolet LED," tutur Akhmad, Kamis, 15 Juni 2017.

Akhmad menambahkan, dengan menggunakan panjang gelombang 365 nm, robot memiliki efek germisidal irradation yang dapat membunuh bakteri hingga 100 persen. Daya yang digunakan terbilang rendah, hanya 15 watt.

"Pertimbangan utama inisiatif berkreasi membuat robot AUROWS ini, antara lain adanya infeksi nosokomial yang menyebabkan 1,4 juta kematian setiap hari di seluruh dunia," ujar Ketua Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta itu.

Infeksi nosokomial adalah infeksi yang didapat dan berkembang saat seseorang berada di lingkungan rumah sakit. Infeksi ini disebabkan bakteri patogen, yang di antaranya berasal dari sampah klinik rumah sakit.

Di Indonesia, angka kematian pasien yang tertular infeksi nosokomial ini tergolong tinggi, yakni mencapai 12 hingga 52 persen. Padahal, infeksi nosokomial ini bisa menyebabkan pasien terkena bermacam-macam penyakit lain.

Beberapa penyakit yang paling sering terjadi akibat infeksi nosokomial adalah infeksi saluran kemih, infeksi aliran darah, pneumonia, infeksi pada luka operasi.

"Banyak hal bisa mempengaruhi penyebaran nosokomial, salah satunya limbah medis rumah sakit. Padahal, memindahkan tempat sampah itu masih menggunakan tenaga manusia," ungkapnya.

Akhmad berharap dengan adanya robot ini dapat digunakan petugas medis untuk membantu proses pemindahan sampah medis, serta sterilisasi pada sampah klinis. Dengan begitu, bisa meminimalkan penyebaran infeksi nosokomial di rumah sakit di Indonesia dan mewujudkan Indonesia mandiri instrumentasi medis.

 

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya