iPhone Selamatkan Korban Bom Manchester

Sebuah iPhone 'menyelamatkan' salah satu korban bom Manchester beberapa waktu lalu, ini ceritanya.

oleh Agustin Setyo Wardani diperbarui 26 Mei 2017, 18:00 WIB
iPhone yang menyelamatkan nyawa salah satu korban bom Manchester (Sumber: BGR)

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah iPhone lagi-lagi berhasil 'menyelamatkan' pemiliknya. Kali ini iPhone 'menyelamatkan' seorang wanita yang ikut jadi korban di bom Manchester Arena.

Wanita bernama Lisa Bridgett dari Pwllheli terluka parah dalam serangan tersebut. Namun kalau tak ada iPhone yang menyelamatkannya, luka Bridgett bisa saja lebih parah dari yang dialaminya sekarang.

Sebuah foto iPhone yang 'menyelamatkan' Bridget pun tersebar. Dalam foto tersebut, iPhone milik korban tampak penuh bekas darah dan rusak parah di bagian samping.

Sebagaimana Tekno Liputan6.com kutip dari BGR, Jumat (26/5/2017), Bridget dilaporkan tengah menggunakan iPhone-nya saat bom meledak.

Pelaku penyerangan kabarnya telah memasukkan berbagai material logam pada bom agar saat bom meledak, material logam bisa terlontar ke berbagai arah dan mengenai lebih banyak orang.

Bridgett adalah salah satu korban yang terkena material logam itu. Logam tersebut melewati jari tengahnya dan mengenai iPhone yang sedang menempel di pipinya. Gara-gara iPhone, logam tak mengenai pipi korban, melainkan menyerempet hidungnya.

Sang suami mengatakan, tanpa iPhone yang memperlambat laju pecahan logam, pasti luka Bridgett makin parah.

"Fakta bahwa dia sedang menelepon saat kejadian mungkin adalah hal yang menyelamatkannya," tutur suami Bridgett melalui unggahan di Facebook.

"Pecahan logam itu kemungkinan menghantam ponselnya. Tak hanya mengalihkan, tapi iPhone tersebut telah memperlambat laju pecahan logam," tulis sang suami.

Kejadian smartphone 'menyelamatkan' nyawa pemiliknya bukan pertama kalinya terjadi. Sebelumnya nyawa seorang pelajar di Fresno State juga selamat dari peluru pada 2015. Kemudian, tentara Turki juga 'diselamatkan' oleh iPhone 6 miliknya tahun lalu.

Sekadar diketahui, ledakan bom di Manchester Arena terjadi saat penyanyi muda Ariana Grande mengadakan konser. Setidaknya, 22 orang dilaporkan meninggal dunia karena kejadian itu.

Sementara, 64 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Polisi telah menangkap 8 orang yang diduga terlibat dengan serangan ini dan pelaku pengeboman meninggal dunia dalam ledakan tersebut.

(Tin/Isk)

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya