RI Ajak Kerja Sama China Bangun Proyek Infrastruktur

Dalam pertemuan KTT One Belt and One Road juga ada penandatanganan kerja sama fasilitas proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

oleh Agustina Melani diperbarui 15 Mei 2017, 16:33 WIB
Foto: npr.org

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden China Xi Jinping di sela-sela konferensi tingkat tinggi (KTT) Belt and Road Forum International di Beijing, China.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi menegaskan keinginan untuk memanfaatkan konferensi tinggi Belt and Road Forum sehingga menciptakan momentum segar terutama untuk kerja sama China-Indonesia dalam rangka One Belt One Road (OBOR).

"Saya meyakini jika inisiatif Belt and Road akan lebih memperkokoh hubungan ekonomi antar kedua negara, terutama karena Indonesia memiliki fokus pada pembangunan infrastruktur, konektivitas, dan poros maritim," ujar Presiden Jokowi dikutip dari laman Setkab, Senin (15/5/2017).

Dalam kaitan itu, Presiden Jokowi mengundang secara khusus pemerintah Presiden XI Jinping untuk bekerja sama dengan pemerintah Indonesia di tiga mega proyek.

3 mega proyek yang ditawarkan itu adalah proyek koridor ekonomi terintegrasi, konektivitas, industri dan pariwisata di Sumatera utara antara lain fasilitas Pelabuhan Kuala Tanjung, akses jalan dari Kota Medan hingga Sibolga, kesempatan investasi di Sulawesi Utara yang akan meningkatkan infrastruktur di Bitung-Manado-Gorontalo melalui akses jalan, jalur kereta api, dan pelabuhan serta bandara. Selain itu juga ada investasi proyek energi dan pembangkit listrik di Kalimantan Utara.

Penandatanganan Kerja Sama

Pada pertemuan itu, Presiden Jokowi bersama Presiden Xi Jinping dalam pertemuannya menyaksikan penandatanganan dokumen kerja sama yaitu implementasi kemitraan strategis komprehensif Indonesia-Tiongkok pada 2017-2021. Penandatanganan dilakukan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi.

Selain itu, penandatanganan dokumen kerja sama kedua yaitu Kerja Sama Ekonomi dan Teknik Tiongkok Indonesia yang ditandatangani oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dengan Menteri Perdagangan China Zhong Shan.

Kemudian kerja sama ketiga yitu fasilitas proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ditandatangani oleh Direktur Utama PT KCIC Hanggoro Budi Wiryawan dengan Direktur Utama Bank Pembangunan Nasional Tiongkok Hu Huaibang. Total komitmen kerja sama US$ 4,49 miliar.

Turut mendampingi Presiden Joko Widodo dalam pertemuan tersebut, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, Kepala BKPM Thomas Lembong dan Duta Besar Republik Indonesia untuk RRT Soegeng Rahardjo.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya